oleh

Universitas Cordova Gelar Bedah Buku “Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907”

Sumbawa Barat – Universitas Cordova (UNDOVA) akan menggelar kegiatan bedah buku bertajuk “Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907” pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 08.00 WITA, bertempat di Aula Baitussyukri.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Sumbawa melalui kajian terhadap salah satu karya penting yang mendokumentasikan kehidupan masyarakat Pulau Sumbawa pada awal abad ke-20.

Buku karya Johan Ernst Jasper yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Poetra Adi Soerjo tersebut menjadi referensi penting dalam memahami kondisi sosial, budaya, adat istiadat, serta dinamika kehidupan masyarakat Sumbawa pada tahun 1907.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk menelaah kembali berbagai catatan sejarah yang dapat menjadi pijakan dalam memahami perkembangan masyarakat Sumbawa hingga saat ini.

Hadir sebagai narasumber utama, Poetra Adi Soerjo akan berbagi pengalaman dan pandangannya selama proses penerjemahan buku tersebut. Menurutnya, penerbitan karya ini diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal sejarah daerahnya melalui sumber-sumber primer yang memiliki nilai akademik dan historis.

Untuk memperkaya diskusi, panitia menghadirkan dua pembedah, yakni L. Mustakim Patawari, M.Si, dosen Universitas Cordova, dan Roy Mahendra, S.E., M.Sos dari Lembaga Adat Tanah Samawa (LATS) Kabupaten Sumbawa Barat. Keduanya akan mengulas isi buku dari perspektif akademik, sosial, dan budaya, serta menghubungkannya dengan kondisi masyarakat Sumbawa masa kini.

Sementara itu, jalannya diskusi akan dipandu oleh Sofian Hadi, S.Pd., M.Ag, dosen Universitas Cordova sekaligus pengurus RELIMA Perpusnas RI Kabupaten Sumbawa Barat.

Wakil Rektor IV Bidang kerjasama, Inovasi dan Teknologi Universitas Cordova Usth. Maslia Qomar. S.T., MPPM., menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam membangun tradisi akademik yang berbasis pada penguatan literasi dan pelestarian sejarah lokal.

Ia menilai bahwa karya Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907 memiliki nilai strategis sebagai sumber pengetahuan yang dapat memperkaya pemahaman generasi muda terhadap akar sejarah dan kebudayaan daerah.

“Kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat melalui kajian sejarah dan budaya. Karena itu, kegiatan seperti bedah buku ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran historis sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah arus perubahan zaman,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Cordova berharap dapat menghadirkan ruang dialog yang produktif antara akademisi, mahasiswa, budayawan, pemerhati sejarah, dan masyarakat umum. Selain menjadi forum ilmiah, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong lahirnya penelitian dan publikasi yang lebih luas mengenai sejarah, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Sumbawa.

Panitia mengundang seluruh civitas akademika serta masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai bagian dari upaya bersama menjaga warisan intelektual dan memperkuat identitas budaya Tau Samawa bagi generasi mendatang.(K1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *