oleh

Tanamkan Kebiasaan Hemat Pangan Sejak Dini, Dinas Ketahanan Pangan KSB Sasar Siswa SD

Sumbawa Barat – Menanamkan kebiasaan menghargai makanan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah pemborosan pangan. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mengintensifkan program edukasi “Stop Boros Pangan” dengan menyasar siswa sekolah dasar. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 16 dari 32 sekolah yang menjadi sasaran pelaksanaan.

Program yang berlangsung di tiga kecamatan, yakni Taliwang, Brang Rea, dan Brang Ene, ini mengajak siswa memahami pentingnya menghabiskan makanan, mengambil makanan sesuai kebutuhan, serta menghindari kebiasaan membuang pangan yang masih layak dikonsumsi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat, Hj. Nurul Syaspri Akhdiyanti, S.P., M.P., mengatakan bahwa edukasi sejak usia sekolah dasar menjadi salah satu cara untuk membentuk perilaku positif dalam menghargai pangan.

“Anak-anak perlu dibiasakan sejak dini untuk menghargai setiap makanan yang mereka konsumsi. Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa mengambil makanan secukupnya dan menghabiskannya merupakan kebiasaan sederhana, tetapi memiliki dampak besar dalam mengurangi pemborosan pangan,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan membuang makanan tidak hanya berdampak pada pengeluaran keluarga, tetapi juga berkaitan dengan persoalan sosial dan lingkungan. Karena itu, pemahaman mengenai pentingnya mencegah pemborosan pangan perlu dibangun melalui pendidikan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dikemas secara edukatif dan interaktif. Siswa diperkenalkan pada pengertian boros pangan, dampak makanan yang terbuang, serta langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah maupun di sekolah untuk menyelamatkan pangan.

Nurul menyebutkan, antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung menjadi dorongan untuk melanjutkan program ke sekolah-sekolah berikutnya.

“Alhamdulillah, hingga tahap ini kegiatan sudah dilaksanakan di 16 sekolah dasar. Kami akan terus melanjutkan sosialisasi agar semakin banyak siswa yang memahami pentingnya mencegah pemborosan pangan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Kegiatan sosialisasi tersebut juga dihadiri Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, drh. Hendra Surya Seputra, M.Si., yang turut mendukung pelaksanaan edukasi kepada para siswa.

Dari total 32 sekolah dasar yang menjadi sasaran, capaian saat ini mencapai 50 persen. Program tersebut direncanakan berlanjut hingga menjangkau seluruh sekolah sasaran di delapan kecamatan se-Kabupaten Sumbawa Barat.

Dengan cakupan yang saat ini berada di tiga kecamatan, perluasan ke lima kecamatan lainnya menjadi bagian dari tahapan selanjutnya untuk memastikan edukasi dapat menjangkau lebih banyak siswa.

Dinas Ketahanan Pangan KSB juga mengajak orang tua, guru, dan masyarakat untuk mengambil peran dalam membangun budaya tidak boros pangan. Pembiasaan sederhana, seperti mengambil makanan sesuai kebutuhan dan menghabiskan makanan yang telah diambil, diharapkan menjadi bagian dari perilaku sehari-hari generasi muda.

Melalui program ini, upaya mencegah pemborosan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga gerakan bersama yang dimulai dari keluarga dan lingkungan sekolah.(K1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *