oleh

Pulau Kenawa Masuk Agenda Kunjungan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata

Sumbawa Barat — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) menyatakan kesiapan menyambut kunjungan kerja Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pariwisata, Hj. Zita Anjani, S.Sos., M.Sc., bersama tim ke wilayah Sumbawa dan Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat, Nurdin Rahman, S.E., melalui Kabid Destinasi Pariwisata Disparpora, Zulkifli Abbas, S.E menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung kelancaran seluruh rangkaian kunjungan, khususnya agenda eksplorasi potensi pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Kami siap menyambut dan mendukung kunjungan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata beserta tim. Ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sekaligus menunjukkan potensi destinasi wisata Sumbawa Barat,” ujar Zulkifli Abbas.

Berdasarkan surat pemberitahuan kunjungan kerja tertanggal 30 September 2026, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata bersama tim dijadwalkan melakukan kunjungan pada 1–4 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut secara khusus diarahkan untuk melakukan eksplorasi potensi dan pengembangan destinasi pariwisata, dengan salah satu lokasi utama yang tercantum dalam surat adalah Pulau Kenawa, Kabupaten Sumbawa Barat.

Dalam Surat Perintah Nomor Sprin/520/UKP/UKP-PAR/09/2026, terdapat empat personel yang ditugaskan mengikuti perjalanan dinas kunjungan kerja, yakni, Hassan Alaydrus Tim Unlock Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, kemudian Muh. Rizky Firdaus Tim Media Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Gilan Rifaldi Tim Media Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata dan Yoga Maulana Pratiko Tim Media Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata.

Keempatnya dijadwalkan bertugas selama 1–4 Oktober 2026, dengan pembiayaan perjalanan dinas bersumber dari Sekretariat Presiden sebagaimana tercantum dalam surat perintah.

Agenda kunjungan yang tercantum dalam itinerary menunjukkan rangkaian kegiatan yang cukup padat.

Pada 1 Oktober, rombongan dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa setelah penerbangan dari Jakarta menuju Denpasar, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Sumbawa.

Setelah perjalanan menuju penginapan Samawa Seaside Cottages, rombongan dijadwalkan mengunjungi Pantai Ai-Lemak untuk agenda eksplorasi destinasi.

Pada 2 Oktober, perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Moyo dan Air Terjun Mata Jitu. Agenda tersebut menjadi bagian dari eksplorasi potensi wisata alam Sumbawa.

Kemudian pada 3 Oktober, rombongan dijadwalkan mengunjungi Teluk Saleh, Labuhan Jambu, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Istana Dalam Loka untuk agenda eksplorasi destinasi budaya dan sejarah.

Sementara itu, pada 4 Oktober, rombongan akan bergerak menuju Pulau Kenawa dan dijadwalkan melakukan eksplorasi kawasan tersebut. Setelah itu, perjalanan berlanjut menuju wilayah ibu kota Kabupaten Sumbawa Barat untuk menyaksikan pertunjukan “Barampok”  permainan rakyat atau tradisi budaya tinju  Sumbawa.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan agenda Barapan Kerbau di Sumbawa Besar sebelum rombongan kembali menuju penginapan.

Zulkiefli mengatakan, kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda kunjungan kerja, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk memperlihatkan secara langsung potensi pariwisata Sumbawa Barat.

Menurutnya, Pulau Kenawa merupakan salah satu destinasi yang memiliki daya tarik kuat dan dapat dikembangkan sebagai bagian dari promosi pariwisata daerah.

“Kami akan memastikan koordinasi dan kesiapan di lapangan. Harapannya, seluruh rangkaian kunjungan berjalan lancar dan para tamu dapat melihat langsung potensi wisata yang kita miliki,” katanya.

Ia menambahkan, Disparpora KSB akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mendukung aspek penyambutan, mobilitas, serta kelancaran agenda selama rombongan berada di Sumbawa Barat.

Kunjungan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata ini diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi promosi destinasi, pengembangan pariwisata, serta peluang kolaborasi untuk memperkuat sektor pariwisata Sumbawa Barat ke depan.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *