Sumbawa Barat – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus diarahkan agar memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pemuda, komunitas, pelaku usaha dan media dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Hal tersebut mengemuka dalam agenda Coffee Morning yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat bersama mitra media di Ai Bua, Kecamatan Seteluk, Kamis (24/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat sinergi komunikasi publik sekaligus menyamakan langkah dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah, termasuk KSB Maju Luar Biasa.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) KSB Nurdin Rahman, S.E. mengatakan pembangunan sektor pariwisata merupakan bagian integral dari klaster pariwisata dalam program KSB Maju Luar Biasa.
Menurut Nurdin, pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan secara sektoral karena keberhasilan sebuah destinasi sangat bergantung pada keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.
“Masyarakat kita dorong untuk terlibat aktif dalam pengelolaan destinasi agar dapat meningkatkan pendapatan lokal secara langsung. Selain itu, kami juga membentuk komunitas pemuda untuk dilibatkan dalam tata kelola destinasi, serta membangun kerja sama promosi pariwisata lintas sektor bersama komunitas, mahasiswa, dan media,” ujar Nurdin.
Ia menjelaskan, sesuai arah kebijakan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB), Disparpora KSB berfokus pada dua pilar utama, yakni pariwisata investasi dan pariwisata kerakyatan.
Kedua pendekatan tersebut diarahkan untuk menggerakkan roda ekonomi lokal dengan membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan destinasi, pengembangan usaha dan promosi potensi wisata.
Dalam diskusi tersebut, penguatan sektor kepemudaan menjadi salah satu perhatian. Disparpora mendorong optimalisasi kelembagaan seperti Karang Taruna dan organisasi kepemudaan agar generasi muda dapat mengambil peran lebih besar dalam pengembangan potensi wisata di wilayahnya.
Kolaborasi dengan Bappeda dan perangkat daerah terkait juga diarahkan untuk mengawal berbagai agenda pembangunan, termasuk Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), penyelenggaraan event daerah, pengembangan kuliner tradisional, pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya, serta penguatan kerja sama dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar).
“Kita ingin pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi pelaku dalam pengembangan destinasi dan ekonomi kreatif. Karena itu, ruang kolaborasi dengan komunitas, mahasiswa dan berbagai pihak harus terus kita buka,” kata Nurdin.
Salah satu gagasan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah integrasi sektor perikanan dengan pariwisata.
Dua bendungan yang berada di Sumbawa Barat dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata berbasis masyarakat.
Konsep yang dapat dikembangkan antara lain wisata pemancingan, festival kuliner hasil tangkapan, wisata perahu, pemberdayaan UMKM hingga pengembangan kafe dan usaha masyarakat di sekitar kawasan bendungan.
Nurdin mengatakan pengembangan potensi tersebut perlu dilakukan secara terpadu sehingga keberadaan destinasi wisata tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat.
“Potensi wisata tidak hanya berbicara tentang pemandangan. Di dalamnya ada UMKM, kuliner, pemuda, budaya, perikanan dan ekonomi kreatif. Kalau semua bisa terintegrasi, maka manfaat ekonominya akan lebih besar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, Disparpora KSB juga menyampaikan komitmennya untuk menjaga indikator ketercapaian kinerja dan memastikan program prioritas tetap berjalan.
Meskipun terdapat dinamika dalam proses pengadaan maupun tender teknis, agenda utama seperti pengembangan pelaku usaha pariwisata, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penyelenggaraan event pariwisata dipastikan tetap menjadi prioritas.
Nurdin menegaskan keberlanjutan program menjadi bagian penting agar pembangunan pariwisata tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang.
“Yang paling penting adalah bagaimana program yang sudah direncanakan tetap memberikan dampak. Pengembangan pelaku usaha, peningkatan kapasitas SDM dan event pariwisata harus terus berjalan sesuai arah kebijakan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Melalui agenda Coffee Morning tersebut, Disparpora KSB berharap kolaborasi antara pemerintah, media, komunitas, pemuda dan pelaku usaha semakin kuat.
Keterbukaan informasi dan kerja sama lintas sektor diharapkan dapat mempercepat pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif dan kepemudaan, sekaligus membuka semakin banyak peluang ekonomi bagi masyarakat Sumbawa Barat.(K1)


Komentar