Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus melakukan pembenahan sistem pelayanan investasi dan perizinan guna menciptakan iklim usaha yang lebih cepat, mudah, dan ramah bagi investor.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPT) KSB, Mujiburrhaman, S.T., M.Si, mengatakan perubahan yang dilakukan bukan hanya pada sistem administrasi, tetapi juga pola pikir seluruh jajaran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada pelaku usaha.
“Kami sedang mengubah mindset pelayanan investasi. Investor harus merasakan bahwa pemerintah hadir untuk membantu, bukan mempersulit proses perizinan,” ujar Mujiburrhaman.
Menurutnya, DPMPT KSB juga mulai membangun kemitraan dengan para notaris sebagai mitra strategis, khususnya dalam mendukung proses investasi Penanaman Modal Asing (PMA). Selama ini, banyak notaris hanya sebatas membuat akta perusahaan dan enggan terlibat dalam proses perizinan karena menganggap prosedurnya rumit dan memakan waktu.
“Kami ingin menghilangkan persepsi bahwa mengurus izin itu ribet dan lama. Karena itu, kami mengajak notaris membawa calon investor langsung ke DPMPT agar seluruh proses bisa didampingi sejak awal,” jelasnya.
Sebagai bagian dari reformasi pelayanan, DPMPT KSB memperkuat kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pekerjaan Umum yang menangani tata ruang dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Melalui pola tersebut, setiap investor diminta memaparkan rencana usahanya sejak awal sehingga seluruh persyaratan, tahapan, serta estimasi waktu penyelesaian dapat dijelaskan secara terbuka sebelum pengajuan dilakukan secara daring.
“Semua kita bahas di depan. Jadi tidak ada lagi cerita di tengah jalan muncul kekurangan dokumen atau persyaratan baru yang membuat proses menjadi lama,” kata Mujiburrhaman.
Ia menegaskan, koordinasi yang solid antarorganisasi perangkat daerah menjadi kunci keberhasilan pelayanan terpadu satu pintu. Menurutnya, seluruh OPD harus memiliki semangat yang sama dalam memberikan kemudahan investasi tanpa mengurangi kewenangan masing-masing.
Selain memperbaiki sistem pelayanan, DPMPT KSB juga melihat peluang investasi yang terus berkembang di daerah tersebut. Salah satu sektor yang mulai menarik perhatian investor adalah pariwisata.
“Beberapa investor dari Spanyol mulai melirik Sumbawa Barat. Mereka melihat Bali sudah mulai jenuh sehingga mencari destinasi baru yang memiliki potensi besar,” ungkapnya.
Meski demikian, pemerintah tetap melakukan seleksi terhadap setiap calon investor yang datang. DPMPT ingin memastikan bahwa investor benar-benar memiliki komitmen untuk berinvestasi, bukan sekadar perantara atau broker.
“Kami ingin mengetahui sejak awal seberapa serius mereka. Dengan begitu, investasi yang masuk benar-benar memberikan dampak bagi pembangunan daerah dan masyarakat,” pungkas Mujiburrhaman.
Selain sektor pariwisata, sektor pertambangan juga masih menjadi salah satu bidang yang terus menarik minat investasi di Kabupaten Sumbawa Barat.(K1)

Komentar