oleh

Tito Karnavian : Pertumbuhan Ekonomi Tidak Cukup Hanya Ditopang Tambang dan Investasi

Sumbawa Barat – Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menyoroti kondisi pertumbuhan ekonomi di sejumlah daerah seperti NTB dan Maluku Utara yang tercatat tinggi karena ditopang sektor pertambangan, industri pengolahan, ekspor, dan investasi. Namun, menurut Tito, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu mencerminkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi di daerah seperti NTB dan Maluku Utara tinggi karena sektor pertambangan, industri pengolahan, ekspor, dan investasi. Itu bukan karena konsumsi rumah tangga, sehingga belum tentu menggambarkan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ujar Tito Karnavian dalam rapat koordinasi pengendalian Inflasi daerah tahun 2026 di Jakarta, Senin (18/6/26).

Ia menjelaskan, konsumsi rumah tangga menjadi komponen paling penting dalam pertumbuhan ekonomi karena mencerminkan daya beli masyarakat secara langsung. Jika pertumbuhan ekonomi meningkat karena tingginya konsumsi rumah tangga, maka hal tersebut menunjukkan daya beli masyarakat kuat dan pertumbuhan ekonomi terjadi lebih merata.

Selain konsumsi rumah tangga, Tito menyebut ada tiga komponen penting lainnya dalam pertumbuhan ekonomi, yakni belanja pemerintah, investasi, serta ekspor dan impor. Pemerintah pusat maupun daerah, kata dia, terus didorong untuk mempercepat realisasi belanja agar aktivitas ekonomi di daerah tetap bergerak.

“Kalau konsumsi rumah tangga tinggi, artinya daya beli masyarakat tinggi. Itu mengindikasikan adanya pemerataan pertumbuhan ekonomi di masyarakat,” kata Tito.

Ia juga menegaskan bahwa investasi, baik asing maupun dalam negeri, menjadi tanda bergeraknya pembangunan dan aktivitas ekonomi. Sementara itu, kondisi ekspor yang lebih besar dibanding impor menunjukkan neraca perdagangan yang positif dan tidak mengalami defisit.

Meski demikian, Tito mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang hanya bertumpu pada investasi dan ekspor belum tentu dirasakan langsung oleh masyarakat secara luas. Karena itu, penguatan konsumsi rumah tangga dinilai tetap menjadi indikator utama dalam melihat kualitas pertumbuhan ekonomi suatu daerah.(K1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *