oleh

Layanan Kesehatan KSB 2026 Meningkat Signifikan, TRC Ambulans Tembus 11.418 Layanan

Sumbawa Barat — Program KSB Maju Kesehatan di Kabupaten Sumbawa Barat menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang tahun 2026. Pemerintah daerah mencatat peningkatan besar pada pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, terutama melalui layanan TRC ambulans, bantuan pendamping pasien rujukan, hingga layanan pemulangan jenazah.

Berdasarkan data capaian program, seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr.Carlof,M.MRS, MQM total layanan TRC ambulans pada tahun 2026 mencapai 11.418 layanan hingga Mei yang tersebar di 10 wilayah puskesmas di Kabupaten Sumbawa Barat. Jumlah tersebut meningkat tajam dibanding tahun 2025 yang menargetkan sekitar 6.606 layanan.

Peningkatan itu dinilai menjadi indikator semakin tingginya akses dan pemanfaatan layanan kesehatan cepat tanggap oleh masyarakat.

Selain peningkatan jumlah layanan, tahun 2026 juga mulai menampilkan profil penyakit terbanyak yang ditangani melalui layanan TRC. Hipertensi tercatat sebagai kasus tertinggi yang membutuhkan pendampingan layanan ambulans dan tenaga kesehatan.

Sementara itu, Diabetes Melitus berada di posisi kedua dengan persentase 18,29 persen, disusul Cephalgia atau nyeri kepala sebesar 11,69 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa layanan kesehatan di Kabupaten Sumbawa Barat mulai diarahkan pada penanganan penyakit kronis yang dominan di masyarakat.

Tidak hanya itu, klasifikasi layanan kesehatan juga mulai dipetakan lebih rinci pada tahun 2026. Dari total layanan yang diberikan, sebanyak 86,60 persen merupakan layanan non-emergency, kemudian kunjungan terjadwal sebesar 11,24 persen, dan layanan emergency sebesar 2,16 persen.

Mayoritas layanan tersebut menunjukkan bahwa TRC ambulans tidak hanya difokuskan pada kondisi darurat, tetapi juga mendukung pelayanan kesehatan rutin dan pendampingan pasien di masyarakat.

Pada sektor bantuan pendamping pasien rujukan, tahun 2025 pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar dengan estimasi penerima mencapai 1.000 pasien rujukan.

Sedangkan pada tahun 2026, realisasi bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp882 juta kepada 588 pasien rujukan rawat inap selama periode Januari hingga 10 Mei 2026.

Program layanan sosial kesehatan lainnya, yakni pemulangan jenazah dari luar daerah, juga terus berjalan. Jika pada tahun 2025 ditargetkan sebanyak 208 layanan pemulangan jenazah, maka hingga Mei 2026 telah tercatat 47 layanan pemulangan jenazah menuju Kabupaten Sumbawa Barat.

Layanan ambulans rujukan gratis juga tetap menjadi program unggulan pemerintah daerah. Pada tahun 2026, distribusi layanan semakin diperkuat hingga menjangkau berbagai wilayah puskesmas seperti Taliwang, Seteluk, Brang Ene, Jereweh, Sekongkang hingga Tongo.

Secara umum, perbedaan utama program KSB Maju Kesehatan tahun 2025 dan 2026 terlihat pada fokus pelaksanaan program. Tahun 2025 lebih menitikberatkan pada perencanaan dan alokasi anggaran, sedangkan tahun 2026 mulai menampilkan realisasi capaian layanan kesehatan secara konkret dan terukur di tengah masyarakat.

Peningkatan jumlah layanan TRC ambulans hingga lebih dari 11 ribu layanan menjadi bukti bahwa program kesehatan di Kabupaten Sumbawa Barat semakin aktif menjangkau masyarakat hingga tingkat pelayanan dasar.(K1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *