oleh

Kebutuhan Cuci Darah Meningkat, RSUD Asy-Syifa’ KSB Hadapi Antrean Pasien Gagal Ginjal

Sumbawa Barat — Layanan hemodialisa (HD) di RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat saat ini telah mencapai kapasitas maksimal. Kondisi tersebut terjadi seiring meningkatnya jumlah pasien gagal ginjal yang membutuhkan layanan cuci darah secara rutin.

Direktur RSUD Asy Syifa Andy Suhaeri, S.ST., M.M Inov menjelaskan bahwa RSUD Asy-Syifa’ saat ini memiliki sebanyak 10 unit mesin hemodialisa. Pada awal layanan, mesin tersebut diperuntukkan bagi delapan unit untuk pelayanan rutin, satu unit sebagai cadangan, dan satu unit lainnya dikhususkan untuk pasien dengan penyakit menular.

“Untuk saat ini kami di rumah sakit memiliki mesin HD sejumlah 10 unit. Di awal layanan, peruntukannya delapan untuk layanan rutin, satu untuk cadangan dan satu mesin untuk penyakit menular,” jelas Andy.

Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah pasien gagal ginjal yang membutuhkan terapi hemodialisa terus bertambah. Akibatnya, seluruh kapasitas mesin yang tersedia kini telah terpakai untuk pelayanan rutin.

“Seiring berjalannya waktu ternyata pasien gagal ginjal semakin banyak. Sehingga hari ini semua mesin kita sudah full,” ujarnya.

Saat ini pelayanan HD dilakukan dalam dua sesi. Sembilan pasien dilayani pada pagi hari dan sembilan pasien lainnya pada sore hari. Sementara mesin yang diperuntukkan bagi pasien dengan penyakit menular hanya digunakan untuk pasien dengan kondisi khusus.

Andy juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tiga pasien yang masih menunggu karena belum mendapatkan jadwal pelayanan. Kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan kapasitas dan kesiapan mesin yang tersedia.

“Memang saat ini ada tiga pasien yang lagi antre, yang belum bisa ada jadwal dan kesiapan mesin,” katanya.

Menghadapi meningkatnya kebutuhan layanan hemodialisa, pihak RSUD Asy-Syifa’ telah menyiapkan rencana pengembangan kapasitas layanan.
Ke depan, rumah sakit berencana meningkatkan kapasitas layanan hemodialisa menjadi sekitar 15 hingga 20 unit mesin.

“Untuk rencana ke depan kami sudah merencanakan layanan HD untuk kapasitas 15-20 mesin. Semoga bisa terealisasi,” ujar Andy.

Selain pelayanan pasien, pemeliharaan mesin juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan layanan. Andy menyebutkan bahwa hari Minggu digunakan untuk kegiatan maintenance atau pemeliharaan alat.

RSUD Asy-Syifa’ sebelumnya juga telah menempatkan layanan hemodialisa sebagai salah satu bagian penting dalam edukasi kesehatan ginjal kepada masyarakat.

Pada peringatan Hari Ginjal Sedunia April 2026, rumah sakit tersebut menggelar edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan deteksi dini penyakit ginjal.

Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan cuci darah, penambahan kapasitas mesin HD diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi antrean sekaligus memastikan pasien gagal ginjal mendapatkan pelayanan secara lebih optimal.(K1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *