Mataram – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap perlindungan anak di lingkungan pendidikan, Anggota DPRD NTB Fakhruddin menegaskan pentingnya mewujudkan pesantren yang ramah santri, bebas dari kekerasan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Menurutnya, pesantren yang aman dan penuh kasih sayang akan menjadi benteng utama dalam mencetak generasi berakhlak sekaligus menjaga peradaban bangsa.
Fakhruddin menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda karena selama ini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi pusat pembinaan akhlak, penguatan nilai-nilai kebangsaan, serta tempat lahirnya banyak tokoh bangsa dan pejuang kemerdekaan.
“Pesantren bukan sekadar tempat belajar, tetapi rumah kedua bagi para santri. Di sanalah karakter dibentuk, ilmu ditanamkan, dan cita-cita masa depan dirajut. Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa pesantren telah menjadi bagian penting dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan peradaban,” kata Fakhruddin.
Politisi Partai NasDem itu menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, psikologis maupun perundungan di lingkungan pesantren. Ia menekankan bahwa pendidikan karakter yang efektif harus dibangun melalui keteladanan, pembinaan, dialog, dan kasih sayang.
Menurutnya, pesantren yang ramah santri akan mampu melahirkan generasi yang kuat secara mental, sehat secara psikologis, dan kokoh dalam akhlak. Sebaliknya, praktik kekerasan hanya akan meninggalkan luka yang berpotensi menghambat tumbuh kembang santri dan bertentangan dengan tujuan utama pendidikan pesantren.
Karena itu, Fakhruddin mengajak seluruh elemen masyarakat, pengelola pesantren, tenaga pendidik, orang tua, hingga pemerintah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pesantren yang aman, ramah, dan membahagiakan bagi seluruh santri.(K1)


Komentar