oleh

Dikbud Sumbawa Barat Salurkan Tahap II Bantuan Biaya Awal Masuk Sekolah kepada 2.736 Penerima

Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kembali menyalurkan bantuan Biaya Awal Masuk Sekolah pada Tahap II Program Kartu Sumbawa Barat (KSB) Maju. Pada penyaluran tahap kedua ini, bantuan diberikan kepada 2.736 sasaran yang tersebar pada berbagai jenjang pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat, Agus, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memastikan setiap anak di Kabupaten Sumbawa Barat memperoleh kesempatan mengakses pendidikan tanpa terkendala biaya awal masuk sekolah.

“Pada Penyaluran Tahap II ini, sebanyak 2.736 sasaran telah menerima bantuan Biaya Awal Masuk Sekolah melalui Program Kartu Sumbawa Barat Maju,” ujar Agus.

Ia merinci, penerima bantuan Tahap II terdiri atas 677 siswa TK/sederajat, 339 siswa SD/sederajat, 933 siswa SMP/sederajat, 509 siswa SMA/sederajat, dan 278 mahasiswa Diploma/Strata I.

Menurut Agus, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah menyalurkan bantuan pada Tahap I kepada 7.856 sasaran. Dengan tambahan penyaluran Tahap II, maka hingga 30 Juli 2026 jumlah penerima bantuan telah mencapai 10.592 sasaran.

“Program ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam meningkatkan akses pendidikan melalui bantuan Biaya Awal Masuk Sekolah. Kami berharap bantuan ini mampu meringankan beban masyarakat, terutama orang tua peserta didik, sehingga anak-anak dapat memulai pendidikan dengan lebih baik,” katanya.

Program Kartu Sumbawa Barat Maju sendiri merupakan salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendukung pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam menjamin keberlangsungan pendidikan generasi muda sebagai investasi pembangunan daerah di masa depan.(K1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *