Sumbawa Barat – Sebanyak 200 siswa sekolah dasar menerbangkan pesawat kertas hasil kreasi mereka di Alun-Alun Kota Taliwang, Minggu (23/8/2026). Bukan sekadar perlombaan, kegiatan yang digelar Lampak Adventure Club bersama Federasi Aerosport Indonesia (FASI) tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal dunia kedirgantaraan, kreativitas, sekaligus prinsip dasar aerodinamika sejak usia dini.
Mengusung semangat peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, lomba ini diikuti peserta berusia 6 hingga 13 tahun yang merupakan perwakilan dari 10 sekolah dasar di wilayah sekitar. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, dengan masing-masing membawa semangat berkompetisi sekaligus rasa ingin tahu terhadap bagaimana sebuah pesawat sederhana dari kertas dapat terbang dan bertahan di udara.
Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh Ketua Federasi Aerosport Indonesia (FASI), Merliza. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif Lampak Adventure Club yang menghadirkan kegiatan edukatif dan kreatif bagi anak-anak dalam momentum peringatan kemerdekaan.
Merliza menyampaikan bahwa pengenalan dunia aerosport tidak harus selalu dimulai dengan peralatan canggih. Menurutnya, rasa ingin tahu anak terhadap bagaimana sebuah benda dapat terbang justru dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan ilmu pengetahuan dan dunia kedirgantaraan.
“Di momentum menyambut HUT RI ke-81, kita menyaksikan 200 calon penerbang dan inovator masa depan Indonesia berkumpul. Melalui lembaran kertas sederhana yang dilipat menjadi pesawat, kita sedang menerbangkan cita-cita anak-anak kita,” ungkap Merliza, dalam siaran pers kepada KMC News, Rabu (26/8/26).
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan mampu menjadi gerbang awal untuk mengenalkan olahraga aerosport sekaligus menanamkan semangat kreativitas dan keberanian berkarya kepada generasi muda.
Usai pembukaan, para peserta langsung mengikuti perlombaan dengan penuh antusias. Mereka ditantang merancang, melipat, dan menerbangkan pesawat kertas hasil kreasi sendiri tanpa menggunakan alat pendorong mekanis.
Kompetisi berlangsung dalam satu kategori, yakni Durasi Melayang Terlama (Longest Airtime). Peserta dituntut menghasilkan desain pesawat kertas yang mampu bertahan selama mungkin di udara.
Ketua Lampak Adventure Club, Yasir Arafat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen komunitas dalam menghadirkan aktivitas positif dan edukatif bagi anak-anak serta generasi muda.
“Kami sangat terharu dan bangga melihat antusiasme anak-anak dari 10 sekolah dasar yang berkompetisi hari ini. Melalui media pesawat kertas, anak-anak diajak belajar fokus, melatih motorik, sekaligus memahami prinsip fisika dasar secara alami,” kata Yasir Arafat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan dan dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap sains, alam, serta aktivitas luar ruangan.
Suasana perlombaan berlangsung meriah. Sorak-sorai peserta, guru pendamping, dan orang tua turut menambah semarak kegiatan yang dipusatkan di Alun-Alun Kota Taliwang tersebut.
Selain memperoleh kesempatan mengikuti perlombaan, peserta juga mendapatkan piagam penghargaan, hadiah, serta door prize. Panitia juga memberikan pembekalan dasar mengenai cara kerja angin dan teknik lipatan yang dapat memengaruhi kemampuan pesawat kertas saat terbang.
Melalui konsep tersebut, lomba pesawat kertas tidak hanya menjadi hiburan dalam rangka memperingati HUT RI, tetapi juga menjadi media pembelajaran sederhana yang mempertemukan unsur kreativitas, olahraga, sains, dan kedirgantaraan.
Melihat antusiasme dan respons positif peserta, Lampak Adventure Club bersama FASI berencana mengembangkan Lomba Pesawat Kertas menjadi agenda tahunan di daerah.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda sekaligus memperkenalkan dunia aerosport secara lebih luas kepada masyarakat.
Semangat yang dibangun pun sederhana, namun memiliki pesan kuat: dari selembar kertas, anak-anak dapat belajar tentang kreativitas, ketekunan, keberanian mencoba, hingga memahami bagaimana sebuah benda dapat terbang.(K1)

Komentar