Sumbawa Barat – Kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi penyakit yang paling banyak ditangani oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulance melalui program Kartu KSB Maju Kesehatandi Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Data tersebut menunjukkan bahwa penyakit tidak menular masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang cukup dominan di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pelayanan, Mutu dan Sumber Daya Kesehatan (PMSDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat , H. Indra Alamsyah, S.Kep.,Ns.,M.Si dalam kegiatan Coffee Morning bersama media, Kamis (24/9/2026), di cace AI Bua Tapir, Kecamatan Seteluk.
Menurut Indra, dari keseluruhan layanan TRC Ambulance yang tercatat sebanyak 31.348 layanan hingga September 2026, kasus hipertensi menempati posisi tertinggi dengan persentase mencapai 32,92 persen.
“Sebagian besar layanan yang diberikan oleh teman-teman di TRC ini menyangkut kasus-kasus hipertensi,” kata Indra.
Selain hipertensi, sejumlah penyakit lain juga cukup banyak ditangani melalui layanan TRC Ambulance. Diabetes melitus tercatat sebesar 12,71 persen, kemudian sakit kepala 11,78 persen, serta gastritis sekitar 7,87 persen.
Data tersebut memperlihatkan bahwa layanan TRC Ambulance tidak hanya berkaitan dengan kondisi kegawatdaruratan, tetapi juga banyak digunakan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terhadap penyakit yang membutuhkan penanganan dan pemantauan.
Indra menjelaskan, karakter layanan TRC Ambulance di KSB memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan pemahaman umum mengenai layanan ambulans yang identik dengan kondisi darurat.
Dari total layanan yang diberikan, 86,24 persen merupakan layanan non-emergency, kemudian 12,04 persen layanan terjadwal, sedangkan kasus emergency sekitar 1,55 persen.
“Angka ini menunjukkan fungsi TRC Ambulance bukan hanya dalam konteks respons kegawatdaruratan, tetapi juga memiliki peran penting bagaimana layanan primer bisa dilaksanakan langsung ke rumah pasien,” jelasnya.
Menurutnya, konsep pelayanan tersebut membuat masyarakat tidak harus selalu datang ke fasilitas kesehatan. Dalam kondisi tertentu, justru tenaga kesehatan bersama ambulans yang mendatangi rumah pasien.
“Segmen layanan kami ini bukan layanan pasien yang datang ke Puskesmas, tetapi ambulans dan tenaga kesehatan yang datang ke rumah pasien,” ujarnya.
Dari sisi jumlah pelayanan, TRC Ambulance KSB juga mencatat peningkatan yang cukup signifikan.
Sebanyak 31.348 layanan telah diberikan, atau mengalami peningkatan sekitar 447 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah sekitar 6000.
Lonjakan tersebut menjadi indikator meningkatnya pemanfaatan layanan ambulans oleh masyarakat sekaligus memperlihatkan semakin luasnya cakupan pelayanan kesehatan yang dilakukan secara langsung ke rumah warga.
Indra menilai, tingginya penggunaan layanan tersebut tidak terlepas dari konsep pelayanan yang berupaya mendekatkan tenaga kesehatan dengan masyarakat.
Respons masyarakat terhadap program tersebut juga tercermin dari tingkat kepuasan terhadap layanan ambulans.
Indra menyebut berdasarkan data yang dirilis Bupati Sumbawa Barat pada 17 September 2026, tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan ambulans mencapai 80,2 persen.
“Dari sekian banyak program KSB Maju, TRC ambulans menempati tingkat kepuasan di angka 80,2 persen,” ungkapnya.
Ia mengatakan angka tersebut menunjukkan respons masyarakat terhadap inovasi pelayanan kesehatan tersebut cukup positif.
“Ini menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah juga berdampak atas bagaimana layanan kesehatan ini diterima oleh masyarakat,” tambahnya.
Dengan dominannya kasus hipertensi dalam layanan TRC Ambulance, data tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan penyakit tidak menular, khususnya tekanan darah tinggi dan diabetes, menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian dalam pelayanan kesehatan masyarakat di KSB.
TRC Ambulance pun kini tidak hanya berfungsi sebagai layanan untuk membawa pasien dalam kondisi darurat, tetapi berkembang menjadi layanan kesehatan yang mendatangi masyarakat langsung di rumah, termasuk untuk kebutuhan pelayanan non-emergency dan terjadwal.(K1)


Komentar