Sumbawa Barat – Persoalan kenakalan remaja menjadi salah satu perhatian dalam Forum Yasinan yang digelar pada Kamis malam, 30 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., meminta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pembinaan generasi muda melalui pengaktifan kembali Karang Taruna hingga peningkatan pengawasan oleh Satpol PP.
Bupati Amar menegaskan bahwa penanganan kenakalan remaja tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Menurutnya, seluruh perangkat daerah harus mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya.
“Kepada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Dinas Sosial agar mengaktifkan kembali Karang Taruna. Ini penting sebagai wadah pembinaan generasi muda sehingga mereka memiliki aktivitas yang positif,” ujar Amar.
Selain itu, Bupati juga menyoroti masih adanya anak-anak yang berkeliaran hingga larut malam di sejumlah wilayah, termasuk di Kecamatan Sekongkang. Ia meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) meningkatkan patroli dan pengawasan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.
“Silakan diatur operasional dan patroli Satpol PP. Tanggung jawab ini bukan hanya di kawasan KTC, tetapi di seluruh wilayah Sumbawa Barat,” tegasnya.
Dalam forum tersebut juga mengemuka usulan mengenai penyediaan rumah aman atau rumah rehat sebagai tempat penanganan sementara bagi anak-anak maupun remaja yang membutuhkan pembinaan. Menanggapi hal itu, Bupati Amar menyatakan pemerintah daerah akan mengkaji usulan tersebut secara serius.
Menurutnya, selama ini berbagai pihak telah menunjukkan kepedulian dan kemauan untuk membantu menyelesaikan persoalan sosial. Namun, di tingkat akhir penanganan masih belum tersedia tempat yang memadai.
“Tidak ada salahnya, insya Allah tahun depan kita bangunkan rumah rehat yang nantinya akan memegang peran penting dalam penanganan persoalan sosial, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang membutuhkan pembinaan,” katanya.
Bupati berharap pengaktifan Karang Taruna, peningkatan peran Satpol PP, serta rencana pembangunan rumah rehat dapat menjadi langkah nyata dalam menekan angka kenakalan remaja sekaligus membangun karakter generasi muda di Kabupaten Sumbawa Barat melalui pendekatan pembinaan yang lebih humanis dan berkelanjutan.(K1)

Komentar