oleh

Kritik, Kinerja, dan Masa Depan KSB

Muntu tu muji sepan tu menjilat, muntu tu kritik sepan tu sentimen. Muntu salah na bela, muntu balong puji na kebalik. Mu tu salah tu bela, muntu balong tu cela Na kebalik tada uki.

Hakikatnya, ini tentang KSB. Tentang hajat hidup umat. Kita semua ingin satu hal: sejahtera lebih cepat, lebih baik.

Ironisnya, KSB kaya akan potensi, tapi label kemiskinan seperti tak kunjung lepas. Sudah puluhan tahun jadi beban yang terus kita pikul bersama.

Karena itu, ayolah kita saling support, saling dukung untuk kemaslahatan bersama. Kita punya kekuatan: saling beri, saling tulung, saling menguatkan.

Perlu kita pahami, kritik bukan untuk menjelekkan. Kritik adalah penuntun, agar arah pembangunan tetap on the track.

Pemimpin bukan malaikat.Mereka manusia biasa, yang juga butuh diingatkan, disegarkan pikirannya, dan dikawal bersama. Dalam demokrasi yang terbuka, kritik dijawab dengan kerja dan prestasi. Narasi dibalas dengan narasi. Asumsi dijawab dengan fakta dan bukti nyata.

Kami mengapresiasi Bupati KSB H. Amar yang terbuka terhadap kritik, juga Sekda KSB yang responsif, proporsional, dan profesional dalam menyikapi persoalan. Karena itu, mari kita luruskan cara pandang:

Kritikan bukan nyinyir.
Kritikan adalah suplemen.
KSB milik kita semua.

Mari kita jaga, kita bangun, dan kita majukan bersama. Wallahualam.

Wassalam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *