
Sumbawa Barat — Kisah perjuangan dan mimpi para generasi muda dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam menempuh pendidikan vokasi terungkap dalam kegiatan temu media yang digelar oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan hangat melalui acara buka puasa bersama di ISG Café Taliwang, Selasa (16/3/2026).
Melalui kegiatan ini, AMMAN memperkenalkan lebih dekat para penerima beasiswa AMMAN Scholars, sekaligus memberikan kesempatan bagi media untuk mendengar langsung berbagai pengalaman, tantangan, serta mimpi yang mereka perjuangkan melalui pendidikan vokasi.
Dalam kesempatan tersebut, empat perwakilan AMMAN Scholars dari berbagai sekolah dan bidang keahlian hadir untuk berbagi cerita tentang perjalanan pendidikan mereka.
Salah satu penerima beasiswa yang hadir adalah Rabiatul Adwiah, atau yang akrab disapa Atun. Ia merupakan AMMAN Scholar dari jurusan Teknik Pembangkit Listrik di SMK Brantas Karangkates, Malang, Batch 2025. Lulusan SMPN 1 Maluk ini dikenal sebagai siswa berprestasi yang kini menjabat Wakil Ketua OSIS di sekolahnya.
Selain aktif dalam organisasi, Atun juga mengikuti ekstrakurikuler matematika dan pernah mengikuti kompetisi matematika yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Malang dan Universitas Negeri Malang.
Atun merupakan anak bungsu dari empat bersaudara yang berasal dari Desa Mantun, Kecamatan Maluk. Ayahnya bekerja sebagai tukang ojek, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Meski berasal dari keluarga sederhana, Atun memiliki cita-cita besar untuk berkarier di sektor energi.
“Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari AMMAN Scholars. Program ini membuka kesempatan bagi saya untuk belajar di sekolah dengan fasilitas dan pembelajaran yang sangat baik. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin agar suatu hari bisa menjadi operator listrik yang handal dan membanggakan keluarga,” ujar Atun.
Kisah lain datang dari Michael Gabriel Lele, yang akrab disapa Kael. Ia merupakan AMMAN Scholar dari jurusan Teknik Alat Berat di SMK PGRI 2 Ponorogo, Batch 2025.
Selain fokus pada pendidikan vokasi, Kael juga aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti Taruna, futsal, basket, dan sepak bola. Ia bahkan pernah mewakili sekolahnya dalam turnamen futsal di Madiun.
Sebelum menjadi AMMAN Scholar, Kael sempat menerima beasiswa AMMAN Football Fellowship dan berlatih bersama klub PSS Sleman, yang membuatnya sempat bersekolah di Yogyakarta selama satu tahun.
Kael lahir di Maluk dan merupakan anak kelima dari sembilan bersaudara. Meski berasal dari latar belakang yang sederhana, ia memiliki semangat besar untuk mengembangkan masa depan melalui pendidikan vokasi.
“Awalnya saya tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan belajar di luar daerah lewat program ini. Selain belajar tentang alat berat, saya juga tetap bisa mengembangkan minat saya di olahraga. Ke depan saya ingin punya usaha rental alat berat sendiri dan membuka peluang kerja bagi orang lain,” kata Kael.
Sementara itu, Nayla Aulia Marsya, AMMAN Scholar kelas XI jurusan Perhotelan di SMK PGRI 1 Kudus, juga berbagi pengalaman menarik selama mengikuti pendidikan vokasi.
Saat ini Nayla sedang menjalani program magang internal sebagai kasir di OZA Café, sebuah unit teaching factory milik sekolahnya. Pengalaman tersebut menjadi titik perubahan besar dalam dirinya.
Jika sebelumnya ia merasa pemalu dan kurang percaya diri untuk berbicara di depan banyak orang, kini Nayla mulai merasa nyaman berinteraksi dengan pelanggan. Bahkan, momen menjelaskan menu kepada pelanggan menjadi pengalaman yang ia nikmati.
“Magang di teaching factory sekolah membuat saya banyak belajar. Dulu saya cukup pemalu untuk berbicara dengan orang lain, tetapi sekarang saya mulai percaya diri melayani pelanggan. Saya berharap suatu hari bisa bekerja di hotel di Jepang,” tutur Nayla.
Nayla yang berasal dari Desa Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Saat ini ia tinggal bersama neneknya, sementara ibunya bekerja sebagai pekerja migran Indonesia di sebuah restoran di Hongkong.
Cerita inspiratif lainnya datang dari Ahyati Mulya, atau Aya, alumni AMMAN Scholars Batch 1 (2021) dari jurusan Animasi 2D di SMK Raden Umar Said, Kudus.
Selama bersekolah, Aya pernah menjalani magang sebagai graphic designer dan content planner di Studio 7inc Yogyakarta selama delapan bulan, serta menjadi fotografer di RUS Animation Studio selama tiga bulan.
Setelah lulus pada 2024, Aya harus kembali ke Kabupaten Sumbawa Barat untuk menemani ibunya, sehingga rencana awalnya untuk berkarier sebagai graphic designer di Jakarta terpaksa berubah. Namun kondisi tersebut justru mendorong Aya untuk mencari peluang baru.
“Rencana hidup saya sempat berubah ketika harus kembali ke KSB setelah lulus. Tapi dari situ saya belajar bahwa kesempatan bisa datang dari mana saja. Saya mencoba berjualan dimsum dan tetap mengembangkan kemampuan desain yang saya pelajari di sekolah,” ungkap Aya.
Usaha dimsum yang ia jalankan bahkan sempat viral di media sosial dengan slogan “one bite instantly in love”. Saat ini Aya juga bekerja di Bene Residence and Eatery di Desa Benete, Maluk, sebagai resepsionis sekaligus dipercaya mengelola desain brand dan media sosial tempat tersebut.
Program AMMAN Scholars merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang dijalankan PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Program ini berada di bawah pilar Human Capital Development yang berfokus pada pengembangan pendidikan dan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Melalui program ini, AMMAN berupaya memastikan generasi muda KSB memiliki akses terhadap pendidikan vokasi berkualitas yang mampu meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja sesuai kebutuhan industri.
Beasiswa AMMAN Scholars mencakup pendidikan formal seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Diploma 3, serta pendidikan nonformal seperti pelatihan alat berat, hospitality, dan keterampilan digital.
Sejak dimulai pada 2021, program beasiswa SMK AMMAN Scholars telah berjalan hingga batch kelima. Hingga tahun 2025, sebanyak 240 pelajar dari Kabupaten Sumbawa Barat telah menerima manfaat program ini dan melanjutkan pendidikan di berbagai sekolah vokasi unggulan di daerah seperti Kudus di Jawa Tengah, serta Ponorogo dan Malang di Jawa Timur.
Melalui pendidikan vokasi yang terarah, AMMAN berharap para penerima beasiswa tidak hanya memiliki keterampilan profesional, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja baru serta memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah di masa depan.(*)

Komentar