oleh

Dinas Ketahanan Pangan KSB Salurkan Bantuan Gizi untuk Ibu Hamil dan Balita, 115 Penerima di Taliwang dan Seteluk

Sumbawa Barat – Memastikan ibu hamil mendapatkan dukungan pangan yang memadai dan balita tumbuh sesuai tahapan usianya menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Melalui hasil investigasi Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG), bantuan pangan disalurkan kepada ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita dengan status gizi kurang di Kecamatan Taliwang dan Seteluk.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat, Hj. Nurul Syaspri Akhdiyanti, S.P., M.P., menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan benar-benar tepat sasaran. Ibu hamil dan balita merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian bersama, karena kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Penyaluran bantuan dilakukan di Puskesmas Taliwang 1, Puskesmas Taliwang 2, dan Puskesmas Seteluk. Berdasarkan data kegiatan, sebanyak 115 orang menerima bantuan, terdiri dari ibu hamil KEK dan balita gizi kurang.

Di Puskesmas Taliwang 1, bantuan diberikan kepada 40 penerima, terdiri atas 20 ibu hamil KEK dan 20 balita gizi kurang. Sementara di Puskesmas Taliwang 2, terdapat 35 penerima, yakni 20 ibu hamil KEK dan 15 balita gizi kurang.

Adapun di wilayah kerja Puskesmas Seteluk, bantuan disalurkan kepada 40 penerima, terdiri atas 20 ibu hamil KEK dan 20 balita gizi kurang.

Bantuan yang diberikan berupa susu, biskuit balita, abon sapi, gula, minyak goreng, telur, beras, dan kacang hijau. Beragam bahan pangan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari sesuai kebutuhan ibu hamil dan anak.

Dalam kegiatan di Seteluk, Nurul menjelaskan bahwa penanganan persoalan gizi tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan atau pihak puskesmas. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, disertai keterlibatan aktif orang tua dalam memastikan asupan pangan, pola asuh, dan kebiasaan hidup anak terjaga.

“Penanganan masalah gizi membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah dapat memberikan dukungan melalui program bantuan, tetapi peran ibu dan keluarga di rumah sangat menentukan. Asupan makanan, pola tidur, dan pola asuh perlu diperhatikan agar tumbuh kembang anak berjalan optimal,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan periode penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara fisik maupun mental.

Menurutnya, apabila hasil pemantauan menunjukkan perkembangan anak belum sesuai dengan usianya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama dan ditindaklanjuti melalui pendampingan serta perbaikan pola makan dan pengasuhan, bukan justru menjadi alasan untuk menyalahkan orang tua.

Nurul turut mengajak keluarga agar tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi juga mengoptimalkan sumber pangan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak.

Selain pemenuhan kebutuhan pangan, Nurul menekankan pentingnya dukungan emosional bagi ibu hamil. Menurutnya, perhatian keluarga dan lingkungan dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang baik selama masa kehamilan.

“Ibu hamil harus kita bahagiakan karena akan melahirkan generasi yang bahagia juga. Ibu yang bahagia, anak juga ikut bahagia,” pesannya.

Kunjungan ke Seteluk merupakan kunjungan kedua dari total empat kecamatan yang menjadi sasaran pemberian bantuan berdasarkan hasil investigasi SKPG. Program ini diharapkan dapat terus menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pangan dan gizi.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan KSB berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal, sekaligus memperkuat kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan dan masa awal kehidupan anak.

Upaya ini menjadi bagian dari kolaborasi untuk mendukung ibu yang lebih sehat, tumbuh kembang anak yang optimal, serta generasi Sumbawa Barat yang sehat dan berkualitas di masa depan.(K1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *