Sumbawa Barat – Pemandangan tak biasa hari ini, Kamis (27/8/26) terjadi di SDN 1 Taliwang, puluhan siswa dikabarkan menangis . Tangis anak-anak ini terdengar pecah dari dalam ruangan salahn satu kelas di SDN 1 Taliwang.
Air mata mereka tak mampu dibendung saat mengetahui sosok guru yang selama ini mereka sayangi, Ibu Sur Wahyuni, harus meninggalkan sekolah tempat mereka belajar.
Beberapa siswa saling berpelukan, sementara yang lain hanya bisa menundukkan kepala sambil mengusap air mata karena tak siap berpisah dengan guru yang telah mereka anggap seperti orang tua sendiri di sekolah.
Pemandangan mengharukan itu terjadi setelah diumumkan bahwa Ibu Sur Wahyuni akan pindah tugas ke sekolah lain. Kepindahan tersebut merupakan bagian dari ketentuan penugasan dan pengembangan karier sebagai aparatur sipil negara (ASN), sehingga harus dijalankan sesuai kebijakan yang berlaku.
Selama mengabdi di SDN 1 Taliwang, Ibu Sur dikenal sebagai guru yang penuh perhatian, penyabar, dan selalu mengutamakan kasih sayang dalam mendidik anak-anak. Tak heran, kabar kepindahannya membuat banyak siswa merasa kehilangan sosok yang selama ini menjadi tempat bercerita, belajar, dan mendapatkan semangat setiap hari.
Salah seorang wali murid, Sucilawati, mengaku ikut terharu setelah mendengar cerita dari anaknya yang menangis bersama teman-temannya di kelas.

“Anak saya bercerita kalau dia dan teman-temannya menangis karena Bu Sur akan pindah mengajar. Sebagai orang tua tentu saya juga ikut sedih. Namun bagaimanapun, seorang pendidik tidak bisa dipaksakan untuk terus mengabdi di tempat yang sama. Ada pertimbangan karier dan kebijakan pemerintah yang tentunya harus dihormati,” ujarnya.
Menurut Sucilawati, kehangatan dan perhatian yang diberikan Ibu Sur selama mendidik anak-anak telah meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya bagi siswa, tetapi juga bagi para orang tua.
“Saya bersyukur anak-anak saya pernah diajar oleh guru seperti Bu Sur. Semoga semakin banyak guru yang memiliki ketulusan seperti beliau, sehingga orang tua merasa benar-benar nyaman menitipkan pendidikan anak-anaknya di sekolah. Terima kasih Bu Sur telah membersamai anak-anak kami selama di SDN 1 Taliwang. Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga sukses selalu dan tetap menjadi guru yang menginspirasi di mana pun berada,” tuturnya.
Tangisan puluhan siswa itu menjadi bukti bahwa ketulusan seorang guru tidak diukur dari lamanya mengajar, tetapi dari kasih sayang yang ditinggalkan di hati setiap murid.
Perpisahan ini mungkin menjadi akhir dari kebersamaan di SDN 1 Taliwang, namun kenangan tentang sosok Ibu Sur Wahyuni akan tetap hidup dalam ingatan anak-anak yang pernah merasakan didikan dan perhatian tulus darinya.(K1)

Komentar