oleh

SiLPA 2025 Sumbawa Barat Capai Rp1,14 Triliun, Begini Penjelasan Pemkab KSB

Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus berkomitmen menjaga tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Hal ini tercermin dari capaian kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 yang menunjukkan hasil positif, baik dari sisi pendapatan maupun realisasi belanja.

Berdasarkan data keuangan daerah, seperti disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Dedy Daamhudy M Khatim, S.P., M.Si menyampaikan total belanja daerah Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp2,236 Triliun dengan realisasi serapan anggaran mencapai 92,09% atau sebesar Rp2,059 Triliun. Sehingga hanya tersisa belanja 7,91 % atau sebesar Rp176,8 M.

Sementara itu menurutnya, pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 terealisasi melampaui target dengan capaian sebesar 150,48% atau sebesar Rp2,881 Triliun dari target pendapatan daerah sebesar Rp1,915 Triliun. Sehingga total SiLPA Tahun 2025 sebesar Rp1,14 Triliun terdiri dari SiLPA atas belanja sebesar Rp176,8 M dan SiLPA atas pelampauan target pendapatan sebesar Rp966,6 M.

“Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memastikan bahwa dana yang tercatat sebagai SiLPA tersebut tetap menjadi bagian dari kapasitas fiskal daerah dan akan dimanfaatkan kembali pada tahun anggaran berikutnya untuk mendukung berbagai program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumbawa Barat,”pungkas Dedy Damhudy.

Penjelasan soal  SiLPA Tahun 2025 ini menyusul ramai menjadi perbincangan di berbagai forum media sosial. Sejumlah publik mempertanyakan perbedaan angka yang beredar, khususnya terkait realisasi APBD dan besaran SiLPA.

Publik melihat berdasarkan informasi sebelumnya dari laman resmi Pemkab Sumbawa Barat bahwa realisasi APBD 2025 mencapai 91,88 persen dari asumsi total anggaran sekitar Rp1,7 triliun atau setara Rp1,59 triliun. Dari perhitungan tersebut, muncul pertanyaan mengenai kesesuaian dengan laporan resmi yang menyebutkan SiLPA mencapai Rp1,1 triliun.

Perbedaan angka ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat mana data yang paling akurat dan bagaimana metode perhitungannya.(K1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *