oleh

Pemkab Sumbawa Barat Luncurkan Program Agribisnis Sapi Bali di Brang Ene

Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memulai langkah baru dalam pengembangan sektor peternakan melalui Program KSB Maju Luar Biasa Agribisnis Sapi Bali yang diluncurkan di Kantor Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene.

Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah yang hadir langsung dalam kegiatan sosialisasi program tersebut menegaskan bahwa pengembangan agribisnis sapi Bali diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat melalui sektor peternakan.

“Program agribisnis sapi Bali ini kami siapkan untuk membangun ekonomi masyarakat dari sektor peternakan. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam rantai usaha peternakan,” ujar Bupati Amar.

Kehadiran Bupati dalam kegiatan tersebut juga untuk memastikan kesiapan masyarakat sekaligus melihat kesungguhan kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang menjadi basis pelaksanaan program.

Menurut Bupati, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pengurus kelompok, tetapi juga pada keterlibatan aktif seluruh anggota HKm.

Pemilihan kelompok HKm sebagai basis pelaksanaan program dinilai strategis karena di Kecamatan Brang Ene terdapat empat kelompok HKm dengan total lahan kelola sekitar 1.000 hektare yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Selain memiliki potensi lahan yang cukup luas, kelompok HKm juga telah memiliki kelembagaan dan sumber daya manusia yang siap diberdayakan dalam pengembangan usaha peternakan.

Pada tahap awal, program ini akan difokuskan pada dua kelompok HKm di Kecamatan Brang Ene, yakni HKm Batu Dulang dan HKm Ontar Telu.

Pelaksanaan program agribisnis sapi Bali tersebut dibagi dalam tiga skema utama, yaitu bottom, middle, dan top.

Dalam skema bottom, masyarakat akan berperan sebagai plasma pembibitan serta penyedia hijauan pakan ternak. Sementara pada skema middle dan top, termasuk kegiatan penggemukan sapi serta pengelolaan Rumah Potong Hewan (RPH), akan dijalankan oleh perusahaan daerah bersama mitra bisnis.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, setiap kelompok HKm ditargetkan menyiapkan sekitar 20 hektare lahan untuk penanaman rumput gajah sebagai pakan ternak, serta 10 hektare lahan fasilitas pendukung, seperti kandang kolektif dan sumber air.

Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan pembiayaan mulai dari pengolahan lahan, penyediaan bibit rumput, pupuk, pembangunan kandang kolektif hingga pengeboran sumur apabila diperlukan.

Dalam program ini, sapi jantan berusia sekitar delapan bulan dengan bobot sekitar 100 kilogram akan didistribusikan kepada kelompok peternak paling lambat Juli 2026. Sapi tersebut ditargetkan mencapai bobot sekitar 200 kilogram sebelum masuk tahap penggemukan.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menargetkan pada tahun 2026 akan dilakukan pengadaan sekitar 1.000 ekor sapi yang akan ditempatkan di 10 titik lokasi pengembangan.

Melalui program ini, pemerintah daerah berharap dapat membangun siklus ekonomi baru di sektor peternakan, sekaligus mendorong Sumbawa Barat menjadi salah satu sentra produksi daging sapi unggul di daerah.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *