Sumbawa Barat — Sejumlah pemuda dan komunitas di Kabupaten Sumbawa Barat menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di Bukit Sahabat Bumi, Desa Banjar, Kecamatan Taliwang, pada Minggu malam. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai organisasi kepemudaan, komunitas literasi, serta pegiat sosial di wilayah Sumbawa Barat.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh HIPMASBAR (Himpunan Mahasiswa Sumbawa Barat) bersama Sahabat Bumi, Komunitas Literasi Anok Bongan, Sengo Guntur, Ballona Festari, Pustaka Bacaya, serta sejumlah organisasi dan lembaga sosial lainnya.
Sejak awal kegiatan direncanakan, para penyelenggara menegaskan komitmennya untuk tetap menghadirkan ruang belajar dan diskusi melalui pemutaran film tersebut. Bagi para pemuda dan komunitas yang terlibat, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memahami berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang diangkat dalam film, sekaligus melihat kondisi masyarakat di Papua sebagai sesama saudara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain pemutaran film, panitia juga mengadakan sesi diskusi terbuka yang diikuti peserta nobar. Diskusi tersebut membahas isi film serta pandangan peserta terkait isu sosial, lingkungan, dan masyarakat adat yang diangkat dalam film dokumenter tersebut.
Dalam jalannya kegiatan, sempat muncul perbedaan pandangan antara panitia pelaksana dan sejumlah organisasi masyarakat yang mendatangi lokasi kegiatan. Pihak tersebut menyampaikan keberatan terhadap pemutaran film dokumenter Pesta Babi dengan alasan film tersebut belum melalui proses sensor serta dikhawatirkan dapat menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Meski demikian, situasi tetap dapat dikendalikan dan kegiatan berlangsung secara tertib hingga selesai. Tokoh Sahabat Bumi, Musmulyadi Yowry, turut menegaskan bahwa kegiatan nobar dan diskusi tersebut bertujuan sebagai ruang edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kegiatan ini merupakan ruang belajar bersama. Kami ingin menghadirkan tempat diskusi yang damai dan terbuka bagi pemuda untuk melihat berbagai persoalan sosial dan lingkungan,” ujarnya.
Kehadiran berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan dalam kegiatan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme pemuda Sumbawa Barat terhadap ruang-ruang literasi dan diskusi publik.
Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai wadah memperkuat budaya diskusi, pemikiran kritis, serta solidaritas antar pemuda di Kabupaten Sumbawa Barat.(K1)

Komentar