Hikmah – Banyak keputusan hari ini diambil dengan cepat namun berakhir dengan penyesalan. Bukan karena kurangnya orang pintar, tetapi karena satu hal yang mulai ditinggalkan, musyawarah.
Di saat ego lebih didahulukan daripada kebersamaan, masalah kecil bisa berubah menjadi konflik besar. Padahal, Islam sejak awal telah mengajarkan sebuah prinsip sederhana namun kuat bahwa setiap urusan seharusnya diselesaikan dengan duduk bersama, saling mendengar, dan mencari jalan terbaik.
Allah SWT menegaskan dalam QS. Asy-Syura: 38 bahwa urusan orang beriman diputuskan dengan musyawarah. Nilai ini bukan hanya ajaran spiritual, tetapi juga pedoman praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam banyak organisasi, konflik kerap muncul bukan karena perbedaan tujuan, tetapi karena cara mengambil keputusan. Keputusan sepihak dari pimpinan, tanpa melibatkan anggota, sering memicu ketidakpuasan hingga perpecahan.
Sebagai contoh misalnya, sebuah organisasi pemuda di tingkat desa mengalami perpecahan saat menentukan program kerja tahunan. Ketua organisasi menetapkan kegiatan secara mandiri tanpa musyawarah. Akibatnya, sebagian anggota merasa tidak dilibatkan, partisipasi menurun, dan program yang dijalankan tidak maksimal.
Namun situasi berubah ketika dilakukan musyawarah ulang. Semua anggota diberi ruang untuk menyampaikan pendapat. Dari diskusi tersebut, lahir keputusan baru yang lebih realistis dan didukung bersama. Hasilnya, program berjalan lancar dan kekompakan kembali terbangun.
Musyawarah memberikan ruang bagi setiap individu untuk didengar. Dari situlah lahir keputusan yang, lebih bijak dan matang, mengurangi potensi konflik, memperkuat rasa kebersamaan, lebih mudah diterima semua pihak, tanpa musyawarah, keputusan seringkali didominasi ego, yang pada akhirnya justru merugikan kelompok itu sendiri.
Musyawarah bukan sekadar mencari solusi, tetapi juga menjaga persatuan. Ia mengajarkan bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan disatukan demi kebaikan bersama.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, menghidupkan kembali budaya musyawarah menjadi langkah penting. Baik dalam organisasi, keluarga, maupun masyarakat, keputusan terbaik selalu lahir dari kebersamaan—bukan dari kehendak satu pihak saja.(*)


Komentar