
Sumbawa Barat – Komitmen PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dalam menjaga denyut seni dan budaya lokal di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus dibuktikan secara nyata.
Tak sekadar menghadirkan panggung hiburan, AMMAN kini mendorong lahirnya seniman tradisi yang profesional dan terlindungi secara hukum melalui fasilitasi pendaftaran hak cipta karya.
Dalam beberapa bulan terakhir, AMMAN bersama LATS Kamutar Telu secara konsisten menggelar pentas seni tradisi setiap malam Minggu di Alun-Alun Kota Taliwang dan Taman Tiang Enam.
Panggung terbuka ini menjadi ruang ekspresi bagi para seniman tradisi KSB untuk menampilkan karya ciptaan mereka sendiri bukan sekadar mengulang, tetapi mencipta.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari sanggar seni sekolah, LATS Kamutar Telu tingkat kecamatan, hingga komunitas seni tradisi lainnya.
Sebelum tampil, para seniman lebih dulu mengikuti Training of Trainer (ToT) selama dua hari sebagai upaya peningkatan kapasitas, kualitas karya, serta pemahaman profesionalisme dalam berkesenian.
Manager Program Sa Dita (Sadar Budaya Daerah demi Pariwisata) KSB, Roy Marhandra, menegaskan bahwa pendaftaran hak cipta merupakan bagian penting dari penguatan ekosistem seni budaya di KSB.
“Hak cipta bukan sekadar formalitas, tapi perlindungan hukum bagi seniman atas karya yang mereka lahirkan,” ujarnya.
Menurut Roy, hak cipta memberi banyak manfaat strategis, mulai dari perlindungan terhadap pembajakan, bukti kepemilikan karya, hingga alat pembuktian dalam sengketa hukum.
Lebih dari itu, hak cipta membuka peluang royalti, meningkatkan kredibilitas seniman, serta menaikkan nilai karya di mata publik dan industri kreatif.
Proses pendaftaran hak cipta sendiri dinilai cukup mudah. Seniman hanya perlu menyiapkan dokumen karya baik berupa foto, rekaman, maupun file digital—mengisi formulir melalui laman resmi DJKI, membayar biaya pendaftaran, dan menunggu proses verifikasi.
Lahirnya karya-karya seni tradisi berhak cipta ini menjadi penanda penting bahwa seniman Kabupaten Sumbawa Barat tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga siap melangkah lebih jauh sebagai pelaku kreatif yang profesional dan berdaya saing.
Upaya ini sekaligus memperkuat posisi seni tradisi sebagai bagian strategis dalam pengembangan pariwisata daerah.(K1)

Komentar