
Sumbawa Barat – Proyek pembangunan Pasar Tanah Mira akhirnya masuk fase penentuan. Untuk memastikan pekerjaan tak molor lebih jauh, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat turun langsung ke lokasi proyek, meninjau progres sekaligus mendengar penjelasan pelaksana di lapangan.
Kunjungan ini dipimpin Ketua Komisi II DPRD KSB, Mustafa HZ, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak kontraktor. Di lokasi, rombongan melihat langsung kondisi bangunan pasar yang sebagian besar telah berdiri, namun masih menyisakan pekerjaan finishing.
Kabar baiknya, pelaksana proyek menargetkan sisa pekerjaan rampung dalam waktu dua pekan ke depan. Target ini menjadi perhatian serius DPRD, mengingat Pasar Tanah Mira diharapkan segera bisa digunakan pedagang dan menggerakkan kembali roda ekonomi lokal.
Namun di balik target tersebut, ada tantangan yang diakui pelaksana. Curah hujan tinggi selama sebulan terakhir disebut menjadi faktor utama keterlambatan, terutama pada pekerjaan atap dan pengelasan rangka.
Ketua Komisi II DPRD KSB, Mustafa HZ, mengapresiasi progres yang ada, namun menegaskan pentingnya percepatan tanpa mengorbankan kualitas.
“Kami ingin pasar ini segera selesai dan bisa dimanfaatkan masyarakat. Tapi kualitas tetap nomor satu. Jangan sampai dikejar cepat, tapi hasilnya tidak maksimal,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada fisik bangunan, Komisi II juga memikirkan kelanjutan proyek. DPRD berencana mendorong penganggaran lanjutan melalui APBD Perubahan 2026 dengan estimasi kebutuhan Rp10 hingga Rp15 miliar, untuk menyempurnakan sisa pekerjaan dan rehabilitasi area pasar.
Selain itu, DPRD turut menyoroti tata kelola pasar ke depan. Pengelolaan Pasar Tanah Mira didorong agar berada di bawah Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag), demi pelayanan yang lebih profesional bagi pedagang dan pengunjung.(K1)

Komentar