oleh

Barampok Kembali Digelar, Buya Zul Pesan: Jangan Hilangkan Ruh Budaya dan Hiburan Rakyat

Sumbawa Barat – Suasana penuh keakraban mewarnai silaturahmi jajaran Pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Sumbawa Barat dengan salah satu tokoh pendiri Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. KH. Lalu Zulkiefli Muhadli, B.A., S.H., M.M.

Silaturahmi tersebut menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus membicarakan rencana pelaksanaan Barampok, tradisi budaya tinju tradisional Sumbawa yang akan digelar pada Minggu, 4 Oktober 2026, di Alun-Alun Taliwang.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua MPC Pemuda Pancasila Sumbawa Barat Agusti Lanang, Sekretaris Ryan Ranjuliarda, serta sejumlah pengurus lainnya, di antaranya Tony Marga dan Burhanuddin Borry. Turut hadir pula salah satu tokoh Sumbawa Barat, Manurung, S.Pd.

Dalam kesempatan itu, MPC Pemuda Pancasila menyampaikan hajat dan kesiapan mereka dalam menggelar kegiatan Barampok sebagai bagian dari upaya menghadirkan hiburan rakyat sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi budaya Sumbawa.

Buya Zul, sapaan akrab KH. Lalu Zulkiefli Muhadli yang pernah menjabat sebagai Bupati Sumbawa Barat selama dua periode, menyambut baik rencana tersebut.

Menurutnya, tradisi Barampok penting untuk terus dilestarikan. Namun, pelaksanaannya harus tetap menjaga ruh dan nilai budaya yang melekat di dalam tradisi tersebut.

“Barampok harus dilestarikan, tetapi unsur budayanya jangan sampai hilang,” demikian pesan Buya Zul dalam suasana silaturahmi tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa Barampok pada hakikatnya merupakan bagian dari hiburan rakyat. Karena itu, suasana pertandingan diharapkan tetap menjunjung sportivitas dan tidak berkembang menjadi konflik antarpeserta maupun penonton.

Buya Zul menilai aspek keamanan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius. Pengamanan, menurutnya, perlu diperketat agar kegiatan berlangsung aman, tertib dan tetap menjadi tontonan yang menyenangkan bagi masyarakat.

Selain itu, ia juga mendorong adanya penguatan unsur kesenian tradisional dalam setiap pelaksanaan Barampok. Salah satunya melalui penambahan musik tradisional seperti bagenang yang mengiringi jalannya pertandingan.

Dengan demikian, Barampok tidak hanya menghadirkan pertarungan tradisional, tetapi juga menjadi ruang untuk menghadirkan kembali atmosfer budaya dan permainan rakyat Sumbawa.

Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Sumbawa Barat Agusti Lanang menyampaikan kesiapan pihaknya untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Kesiapan itu mencakup aspek pengamanan, keselamatan peserta, hingga fasilitas pendukung acara, sehingga seluruh rangkaian kegiatan diharapkan dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

Agusti juga menegaskan bahwa Barampok tidak semata-mata dipandang sebagai sebuah pertandingan, tetapi menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali tradisi dan hiburan rakyat di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Buya Zul yang juga merupakan salah satu sesepuh Lembaga Adat Tana Samawa menyampaikan kesediaannya untuk hadir menyaksikan langsung pelaksanaan Barampok.

Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 4 Oktober 2026, di Alun-Alun Taliwang.

Pertemuan antara MPC Pemuda Pancasila dan Buya Zul pun bukan hanya silaturahmi. Ada pesan penting yang mengemuka, tradisi boleh kembali dihidupkan, tetapi nilai budaya, persaudaraan, sportivitas dan keselamatan masyarakat harus tetap menjadi bagian utama dari Barampok.(K1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *