Sumbawa Barat– Menjaga kesehatan jantung tidak cukup hanya dilakukan ketika muncul keluhan. Pengetahuan yang benar tentang penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah risiko sejak dini.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Penyuluhan Kesehatan Dalam Gedung yang digelar RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat di ruang tunggu Poliklinik Rawat Jalan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit memberikan edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat yang sedang mendapatkan pelayanan.
Mengangkat tema “Fakta dan Mitos pada Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah”, penyuluhan menghadirkan narasumber dr. M. Azman Pasha. Para pengunjung mendapatkan informasi mengenai berbagai pemahaman yang berkembang di masyarakat terkait penyakit jantung, sekaligus pentingnya mengenali fakta kesehatan berdasarkan informasi yang tepat.
Antusiasme pengunjung terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah peserta tampak menyimak materi yang disampaikan dan aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait cara menjaga kesehatan jantung serta kebiasaan sehari-hari yang dapat meningkatkan maupun menurunkan risiko penyakit jantung.
Direktur RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov, mengatakan penyuluhan kesehatan merupakan bagian penting dari pelayanan rumah sakit. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan pengobatan ketika sakit, tetapi juga membutuhkan pengetahuan agar mampu menjaga kesehatan sebelum penyakit muncul.
“Pelayanan kesehatan tidak hanya tentang mengobati ketika masyarakat sudah sakit. Edukasi dan pencegahan juga menjadi bagian penting dari pelayanan kami. Melalui penyuluhan seperti ini, kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang benar sehingga dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatannya,” ujar Andy Suhaeri.
Ia menegaskan, edukasi mengenai penyakit jantung perlu terus dilakukan karena masih banyak informasi yang beredar di masyarakat yang belum tentu benar. Pemahaman yang keliru dapat membuat seseorang mengabaikan faktor risiko atau bahkan terlambat mendapatkan pertolongan medis.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap informasi kesehatan. Kenali faktanya, jangan mudah percaya mitos, dan yang paling penting adalah menerapkan pola hidup sehat serta melakukan pemeriksaan apabila memiliki keluhan atau faktor risiko,” katanya.
Menurut Andy, kegiatan penyuluhan di ruang tunggu poliklinik juga menjadi kesempatan bagi rumah sakit untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Sambil menunggu pelayanan, pasien dan keluarga dapat memperoleh informasi kesehatan yang praktis dan bermanfaat.
RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukasi kesehatan sebagai bagian dari pelayanan yang promotif dan preventif, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri.
Melalui kegiatan tersebut, RSUD Asy-Syifa’ berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jantung semakin meningkat. Sebab, menjaga jantung tetap sehat bukan hanya dilakukan ketika gejala muncul, tetapi dimulai dari pengetahuan, kebiasaan hidup sehat dan kepedulian terhadap kondisi tubuh.(K1)


Komentar