oleh

Dari Mantun Menuju Pembangkit Listrik, Mimpi Rabiatul Tumbuh Bersama AMMAN Scholar

Ket. Foto : Rabiatul Adawiyah (tengah)  bersama rekannya, saat usai mengikuti jadwal Praktek di Sekolah.

Sumbawa Barat – Dari sebuah desa kecil di Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat, tumbuh sebuah mimpi untuk menaklukkan dunia kerja melalui ilmu pengetahuan dan keterampilan. Rabiatul Adwiah, siswi asal Dusun Muhajirin RT 3 RW 1, Desa Mantun, kini sedang menempuh pendidikan di SMK Brantas Karangkates, Jawa Timur, dengan mengambil jurusan Teknik Pembangkit Tenaga Listrik.

Bagi Rabiatul, sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu. Pendidikan adalah jalan untuk mewujudkan cita-cita sekaligus membuktikan bahwa anak-anak daerah juga mampu bersaing dengan pelajar dari berbagai wilayah di Indonesia.

Perjalanan pendidikan itu menjadi lebih ringan setelah Rabiatul menjadi salah satu penerima program AMMAN Scholar, program beasiswa yang memberikan kesempatan kepada pelajar dari wilayah sekitar area operasional PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.

“Cita-cita saya untuk saat ini ingin bekerja sesuai jurusan atau keterampilan yang sudah saya ambil, seperti bekerja pada pembangkitan listrik,” ujar Rabiatul, kepada KMC Media Grup saat di wawancara beberapa waktu lalu.

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Jurusan Teknik Pembangkit Tenaga Listrik memberinya bekal untuk memahami dunia kelistrikan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri. Di bangku sekolah, ia tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pembelajaran yang menurutnya dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja.

Bagi Rabiatul, keberadaan program beasiswa menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pendidikannya. Salah satu manfaat terbesar yang ia rasakan adalah berkurangnya beban finansial keluarga.

“Manfaat terbesar dari beasiswa ini yang paling utama saya rasakan yaitu mengurangi beban finansial sehingga saya lebih fokus dalam pembelajaran,” katanya.

Bantuan pendidikan tersebut tidak berhenti pada persoalan biaya. Rabiatul menilai kesempatan belajar di sekolah yang dipilih melalui program beasiswa juga memberinya akses terhadap lingkungan pendidikan dan fasilitas yang mendukung pengembangan kemampuan.

Menurutnya, sekolah yang menjadi bagian dari program AMMAN Scholar memberikan pembelajaran yang cukup mendalam sesuai dengan jurusan yang dipilih. Hal tersebut membuatnya merasa memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Program tersebut juga membuka pengalaman baru bagi Rabiatul melalui penempatan praktik kerja lapangan (PKL). Ia menyebut penempatan PKL yang dipersiapkan melalui program tersebut menjadi salah satu bagian yang mendukung kesiapan karier para penerima beasiswa.

“Program ini membantu pendidikan maupun karier yang akan datang karena beasiswa ini menempatkan AMMAN Scholar pada sekolah-sekolah terbaik yang memberikan pengetahuan baru terkait jurusan yang saya pilih. Pembelajaran sangat mendalam dan penempatan PKL dipastikan di tempat-tempat terbaik,” tuturnya.

Bagi Rabiatul, program pendidikan yang dijalankan AMMAN selain memberikan bantuan kepada pelajar. Lebih jauh, program tersebut menurutnya merupakan investasi terhadap sumber daya manusia daerah.

Ia melihat beasiswa sebagai kesempatan bagi anak-anak Sumbawa untuk mendapatkan pendidikan dan wawasan yang lebih luas. Dengan pendidikan yang baik, penerima beasiswa diharapkan dapat kembali ke daerah asal membawa pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Menurut saya program beasiswa yang dijalankan AMMAN sangat bagus karena membantu finansial dan juga meningkatkan wawasan yang luas, ilmu yang bermanfaat dan menciptakan sumber daya manusia yang siap bekerja,” ujarnya.

Harapan tersebut menjadi semakin kuat karena Rabiatul ingin suatu saat nanti kembali dan berkontribusi di daerah asalnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama berada di luar daerah dapat menjadi bekal untuk bekerja sesuai dengan bidang yang dipelajari. Dengan demikian, manfaat program pendidikan tidak berhenti pada penerima beasiswa, tetapi dapat berlanjut menjadi kontribusi bagi masyarakat dan daerah.

Dalam pandangan Rabiatul, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Ia melihat anak-anak yang memperoleh pendidikan dan keterampilan memiliki peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha ketika kembali ke daerah asal.

“Diharapkan saat kembali di daerah asal kami bisa bekerja sesuai jurusan. Menurut saya juga bahwa program ini dapat meningkatkan UMKM pada daerah yang terkait,” katanya.

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan memiliki kaitan erat dengan pembangunan ekonomi. Ketika generasi muda mendapatkan akses terhadap pendidikan berkualitas, mereka tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja, berwirausaha, dan berkontribusi terhadap lingkungan sekitar.

Di balik berbagai manfaat akademik, ada pengalaman lain yang membuat Rabiatul merasa berkesan menjadi penerima AMMAN Scholar. Selain ia mendapatkan kesempatan belajar, tetapi juga bertemu dengan pelajar lain yang memiliki semangat dan perjuangan serupa.

“Pengalaman yang paling berkesan yang pernah saya rasakan adalah menjadi bagian dari keluarga AMMAN Scholar, berkumpul dengan anak-anak hebat lainnya,” ungkapnya.

Pertemuan dengan sesama penerima beasiswa menjadi pengalaman yang memperluas pergaulannya. Berada bersama anak-anak dari berbagai latar belakang membuatnya dapat bertukar pengalaman sekaligus melihat bahwa banyak pelajar daerah memiliki mimpi besar untuk masa depan.

Pengalaman tersebut juga menumbuhkan rasa bangga dalam dirinya. Ia merasa menjadi bagian dari sebuah komunitas yang sama-sama berusaha memanfaatkan kesempatan pendidikan untuk mencapai cita-cita.

“Tentunya merasa senang menjadi salah satu penerima beasiswa unggulan AMMAN karena saya dapat banyak pengalaman belajar dan pengetahuan yang insyaallah bermanfaat untuk ke depannya,” kata Rabiatul.

Ia menyadari bahwa kesempatan tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan pendidikannya. Karena itu, pengalaman sebagai AMMAN Scholar ingin dimanfaatkannya sebaik mungkin untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan.

Ketika ditanya mengenai perbedaan program beasiswa AMMAN dengan program lainnya, Rabiatul memilih memberikan jawaban dengan sederhana. Ia mengaku belum dapat melakukan perbandingan karena selama ini lebih banyak mempelajari dan merasakan langsung program AMMAN Scholar.

Namun, pengalaman yang ia jalani memberikan satu kesan kuat: program tersebut tidak hanya membantu biaya pendidikan, tetapi juga memberikan akses terhadap sekolah, pembelajaran, pengalaman PKL, dan lingkungan yang mendukung persiapan karier.

Bagi Rabiatul, dampak paling besar dari keberadaan program beasiswa tersebut dapat dirangkum dalam sebuah keyakinan, anak-anak Sumbawa memiliki kemampuan untuk bersaing dan meraih prestasi setinggi mungkin.

“Adanya beasiswa AMMAN dapat membuktikan bahwa kualitas anak Sumbawa bisa sama bahkan melebihi anak-anak di daerah Jawa,” ujarnya.

Pernyataan tersebut tidak hanya sebagai kebanggaan seorang pelajar. Di dalamnya terdapat harapan bahwa kesempatan yang sama dapat membuka jalan bagi semakin banyak anak daerah untuk mengembangkan potensinya.

Selama ini, keterbatasan akses dan kemampuan finansial terkadang menjadi tantangan bagi pelajar yang ingin memperoleh pendidikan berkualitas di luar daerah. Program beasiswa menjadi salah satu jembatan untuk memperkecil tantangan tersebut.

Baginya, ketika beban finansial pendidikan dapat dikurangi, perhatian dapat lebih diarahkan pada proses belajar. Sementara akses ke sekolah dengan fasilitas dan pembelajaran yang mendukung memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sesuai bidang yang diminati.

Dari Desa Mantun menuju Karangkates, perjalanan Rabiatul pada akhirnya bukan saja tentang berpindah tempat untuk bersekolah. Perjalanan itu merupakan bagian dari proses membangun masa depan.

Ia datang membawa cita-cita untuk bekerja di bidang pembangkitan listrik. Di sepanjang perjalanan, ia memperoleh kesempatan untuk belajar, mengenal lingkungan baru, bertemu dengan pelajar lain, serta mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Program CSR di bidang pendidikan seperti yang dirasakan Rabiatul menunjukkan bahwa dampak sebuah program pemberdayaan masyarakat dapat terlihat dari perjalanan individu. Sebuah beasiswa mungkin dimulai dari bantuan biaya pendidikan, tetapi manfaatnya dapat berkembang menjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, dan harapan untuk kembali membangun daerah.

Bagi Sumbawa Barat, generasi muda seperti Rabiatul adalah bagian dari potensi masa depan. Mereka dapat menjadi tenaga kerja terampil, pelaku usaha, maupun sumber daya manusia yang membawa pengetahuan baru ketika kembali ke daerah.

Sementara bagi Rabiatul sendiri, AMMAN Scholar telah menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan mengejar cita-cita.

Dari Mantun, ia menatap masa depan dengan satu tujuan sederhana namun penuh makna, menyelesaikan pendidikan, menguasai keterampilan Teknik Pembangkit Tenaga Listrik, dan suatu hari nanti bekerja sesuai bidang yang telah dipilihnya.

Mimpinya mungkin bermula dari sebuah desa di Sumbawa Barat. Namun melalui pendidikan, ia percaya mimpi itu tidak harus berhenti di sana.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *