Sumbawa Barat — Keberlanjutan dalam industri pertambangan tidak lagi hanya diukur dari keberhasilan mengelola sumber daya alam dan menjaga lingkungan. Lebih dari itu, keberlanjutan juga tercermin dari sejauh mana perusahaan mampu membangun kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Prinsip inilah yang terus diwujudkan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), salah satunya melalui program beasiswa vokasi AMMAN Scholars.
Kamis (9/7/2025) sore, halaman Kantor Bupati Sumbawa Barat dipenuhi suasana haru sekaligus optimisme. Sebanyak 34 putra-putri terbaik Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi dilepas sebagai penerima Beasiswa SMK Unggulan AMMAN 2026. Mereka akan menempuh pendidikan selama tiga tahun di delapan sekolah kejuruan mitra yang tersebar di Kudus, Malang, dan Ponorogo.
Momentum tersebut bukan sekadar seremoni keberangkatan. Pelepasan itu menjadi simbol keberlanjutan investasi sosial AMMAN dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus menjadi bekal pembangunan daerah pada masa pascatambang.
AMMAN Scholars merupakan salah satu program unggulan dalam pilar Human Capital Development di bawah Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Program ini lahir dari keyakinan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia.
Visi PPM AMMAN adalah membangun komunitas di sekitar wilayah operasional yang memiliki ekosistem sosial budaya dinamis sehingga mampu menciptakan peluang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berkembang. Untuk mewujudkan visi tersebut, AMMAN menjalankan tiga pilar utama, yakni Human Capital Development, Economic Empowerment, dan Sustainable Tourism.
Selama enam tahun pelaksanaannya di Kabupaten Sumbawa Barat, program AMMAN Scholars telah menjadi salah satu instrumen penting pemerataan akses pendidikan vokasi. Melalui proses seleksi yang ketat dan transparan, para peserta terbaik memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di sekolah-sekolah unggulan yang memiliki rekam jejak mencetak lulusan siap kerja.
Hingga tahun 2026, lebih dari 350 pelajar asal Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa telah menjadi bagian dari keluarga besar AMMAN Scholars pada jenjang SMK maupun Diploma III. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam berinvestasi pada pembangunan manusia sebagai bagian dari strategi keberlanjutan.
Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan manajemen PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara yang dipimpin Vice President Social Impact Priyo Pramono.
Kehadiran pemerintah daerah mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang berkualitas.
Dalam sambutannya, Bupati Amar Nurmansyah menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan arah pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat pada masa depan. Ia menilai kesempatan yang diperoleh para penerima AMMAN Scholars harus dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membangun karakter.
“Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengapresiasi konsistensi AMMAN yang selama ini terus menghadirkan program-program pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta, menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global serta kelak kembali memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.” ungkapnya.
Dampak program tersebut tidak hanya dirasakan para penerima beasiswa, tetapi juga keluarga mereka. Di antara para orang tua yang hadir, Thamrin tampak tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat melepas sang anak menuju Pulau Jawa.
“Sebagai orang tua saya sangat bersyukur kepada AMMAN. Program ini membuka jalan bagi anak kami untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Kami berharap ia belajar dengan sungguh-sungguh, menjadi pribadi yang mandiri, memiliki pekerjaan yang baik, lalu kembali membangun Kabupaten Sumbawa Barat. Kesempatan seperti ini adalah harapan besar bagi keluarga kami,” tutur Thamrin wali murid asal Kelurahan Kuang Taliwang tersebut.
Bagi Thamrin, beasiswa tersebut bukan hanya bantuan pendidikan, melainkan sebuah peluang yang dapat mengubah masa depan keluarga. Ia berharap semakin banyak generasi muda di Sumbawa Barat memperoleh kesempatan serupa sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Komitmen AMMAN dalam membangun manusia juga tidak berhenti di ruang kelas. Pada hari yang sama, perusahaan turut melepas 12 pesepak bola muda kategori usia di bawah 15 tahun asal KSB untuk mengikuti pembinaan selama satu tahun di PSS Development Center, Sleman. Program bertajuk AMMAN Football Fellowship tersebut merupakan bagian dari inisiatif Sports for Development (S4D) yang telah berjalan sejak 2023 melalui kolaborasi bersama PSS Sleman.

Terpisah, salah seorang penerima AMMAN Scholars Panji Dwi Nata, merasakan secara langsung manfaat keberlanjutan program tersebut. Sebelumnya, Panji merupakan peserta AMMAN Football Fellowship yang memperoleh kesempatan menjalani pembinaan sepak bola secara intensif.
Pengalaman itu, menurut Panji, membentuk mental, disiplin, dan kepercayaan dirinya sehingga hingga kini ia masih dipercaya memperkuat tim Kabupaten Sumbawa Barat dalam berbagai ajang kompetisi sepak bola.
“Football Fellowship memberi saya pengalaman yang luar biasa. Saya mendapat latihan yang lebih baik, mental saya semakin kuat, dan sampai sekarang masih dipercaya membela Kabupaten Sumbawa Barat di berbagai turnamen. Saya ingin terus belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa mandiri, melanjutkan kuliah, dan tetap mengejar cita-cita di dunia sepak bola. Saya ingin membanggakan orang tua, daerah, dan semua yang telah mendukung saya,” kata Panji.
Kisah Panji memperlihatkan bagaimana program pemberdayaan yang dijalankan AMMAN saling terhubung. Pembinaan olahraga menjadi ruang pengembangan karakter dan prestasi, sementara pendidikan vokasi membekali generasi muda dengan kompetensi akademik dan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja. Kedua program tersebut menjadi contoh nyata bagaimana investasi sosial mampu menghasilkan dampak yang berkelanjutan.
Semangat yang sama juga dirasakan di Kabupaten Sumbawa, Sebanyak 27 siswa asal Kabupaten Sumbawa dilepas untuk mengikuti AMMAN Scholars 2026. Ini memperlihatkan bahwa manfaat program terus menjangkau masyarakat di sekitar area operasional.
Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, AMMAN Scholars menjadi bukti bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan mampu melampaui konsep bantuan sesaat.
Program ini dirancang sebagai investasi jangka panjang yang menyiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing untuk membangun daerahnya.
Enam tahun perjalanan AMMAN Scholars membuktikan bahwa keberlanjutan tidak hanya berbicara mengenai pengelolaan lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah perusahaan mampu meninggalkan warisan sosial berupa manusia-manusia unggul.
Dari ruang kelas hingga lapangan hijau, AMMAN menunjukkan bahwa investasi terbaik adalah membuka kesempatan, menumbuhkan harapan, dan mempersiapkan generasi muda agar kelak kembali membawa perubahan bagi Kabupaten Sumbawa Barat dan Indonesia.(K1)

Komentar