Warna Warni Taliwang dengan Bak Sampah

Ada yang menarik dan beda ketika kita jalan- jalan di Kota Taliwang Ibukota Kabupaten Sumbawa Barat dalam sepekan terakhir (tidak ada di Kecamatan Lain).

Ada pemandangan warna warni di depan sebagian rumah warga, toko, warung dll, ya dengan hadirnya Bak Sampah 3 Warna Kuning (Bak Sampah Non Organik), Hijau (Organik) dan Merah (B3).

Kabarnya Pemerintah Setempat mengucurkan Dana hingga Rp. 4 Milyar (untuk pengadaan bak Sampah yang kira2 kalau diukur setebal 2 mm), sebuah nilai yg relatif antara besar atau kecil menurut pandangan kita.

Semua bisa ditebak niat Pemerintah tentunya ingin agar masyarakat hidup bersih dengan membangun budaya buang sampah di bak sampah yang disediakan.

Namun masalah muncul yang kemudian menelisik diantara pikiran, dan pandangan masyarakat termasuk dlm pikiran kami, terkait BAK SAMPAH yang disediakan Pemerintah ini :

1. Adakah rutinitas yang akan angkut sampah dr bak Sampah yang disediakan, misalnya setiap hari, setiap sekali dalam 2 hari dll.(Kesadaran Masyarakat dan atau Ada Petugas Khusus)

2. Kalau Bak Sampah ada 3 Warna sesuai peruntukkannya, maka seyogyanya juga Truk atau kendaraan angkut Sampah haruslah memisah jenis sampahnya bukan lagi disatukan (Nom Jari Sama ke Bola 3 Warna).

3. Karena ada 3 box (warna) sebagian masyarakat masih belum paham peruntukkannya atau jenis sampah, masing2 Box/ Warna yang ada bahkan masih ditemukan campur aduk, sampah organik di bak Non Organik, Sampah B3 di bak Organik dan sebaliknya.(Kewajiban yg Paham Saling Ingatkan)

4. Ditemukan ada Bak Sampah jd tampungan Genangan Air terutama di musim Hujan, bs jd timbul sarang Nyamuk Deman Berdarah misalnya, kalau tidak diperhatikan.(Sering-Sering Diawasi)

5. Sampai lama bertahan bak Sampah yg konon dibiayai hingga 4 Milyar ini bertahan dan bagaimana persedian kedepan apakah hanya sesaat.(Semoga Berkelanjutan dan Dana Tersedia).

6. Tidak merata pembagian bak Sampah, ada yg satu tempat 2 bak sampah ada yg selayaknya perlu namun tidak dapat.(Distribusi Harus Jelas Titiknya dan Diawasi).

7. Bagaimana dengan Kecamatan lain bukankah kebersihan dan fasilitasnya memiliki hak yg sama jika Pemerintah peduli. (Mungkin Lain Kali Kalau Dana Ada).

8. Daerah mungkin kelebihan anggaran hingga bak sampah disediakan, padahal idealnya bak sampah ketersediaannya adalah wujud bentuk partisipasi publik dalam semnagat gotong royong dgn menyediakan masing2 seperti di masa lampau masyarakat kt sangat partisipatif jika benar digerakkan untuk menyediakan bak sampah…(Mungkin ini sbgai Pancingan Perlu Bukti Danpak di Masa Mendatang)

Kita harus optimis apapun yg sdh terjadi perlu dikawal, evaluasi dan tingkatkan lebih baik kedepan.Wallahualam