Warganya Meninggal di Papua, PJ.Sumbawa Instruksikan Dinsos Pimpin Kepulangan Jenazah

Sumbawa, KMCNews -Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Pelaksana Tugas (PJ) Bupati, Zainuddin Abe menginstruksikan Dinas Sosial setempat memimpin kepulangan jenazah, Yensi Oktavirana, 32 tahun, warga Kelurahan Seketeng, karena dilaporkan meninggal dunia di kota Sentani, distrikJaya Pura, Provinsi Papua, Minggu (21/11) waktu setempat.

Sebelumnya, Yensi meninggal dunia akibat menderita sakit parah karena komplikasi. Yensi wanita muda ini datang ke tanah Papua untuk bertaruh hidup. Bekerja disebuah tempat usaha demi berjuang menghidupi kebutuhan keluarga. Ia tak mampu melawan penyakit hingga meninggal dunia di tanah rantau.

“Iya sempat di semayamkan di Pondok Pesantren di Sentani Papua. Karena kami kurang mampu pak, jenazah sempat diurus oleh personel Yonif 751 Rider TNI di Sentani termasuk biaya rumah sakit,” kata, Zainal Fuad, ayah, Yensi, seperti dilansir JNN Media Group KMCNews.

Setelah dirumah sakit, keluarga bingung harus membiayai kepulangan jenazah Yensi ke Sumbawa. Sebab jenazah terlebih dahulu harus masuk karantina di petikan dan masuk kargo dari Sentani. Dan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Beruntung, PJ. Bupati Sumbawa, Zainuddin Abe yang menerima informasi tersebut bergerak cepat membantu. Ia menginstruksikan kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumbawa, Dr. Ahmad Yani, menangani sekaligus memimpin kepulangan jenazah.

” Kami diinstruksikan PJ.Bupati untuk menangani kepulangan jenazah ke Sumbawa menjemput sekaligus membantu keluarga yang ditinggalkan. Karena warga kita tidak mampu dan meninggal di Papua, maka butuh yurisdiksi pemerintah. Itu makanya kami turun,”terang Ahmad Yani, dalam sambutannya usai memimpin kepulangan jenazah hingga ke rumah duka, Minggu sekitar pukul 5.30 WITA.

Menurut Kadis, pemerintah Sumbawa menegaskan akan bertanggung jawab terhadap warga Sumbawa yang membutuhkan dukungan dan bantuan pemerintah. Baik kewenangan administratif maupun kebijakan antar pemerintah daerah, demi membantu setiap warga yang terlibat masalah sosial di daerah lain. Tidak hanya di Papua.

Sementara, itu Irwanto Messa perwakilan keluarga mengaku bersyukur dan berterimakasih atas respon cepat, PJ. Bupati Sumbawa dan Gubernur, Zulkieflimansyah.

Irwanto mengatakan, informasi yang ia sampaikan langsung kepada PJ.Sumbawa ternyata direspon cepat. Bahkan tanpa diketahui, Gubernur pun ikut merespons dengan mengecek kondisi jenazah dan menghubungi otoritas pemerintah di Papua.

“Kami atas nama keluarga berterimakasih atas pelayanan Pj.Sumbawa kepada kami warga Sumbawa. Kepada bapak Gubernur kami juga bangga dan sangat berterimakasih,” demikian, Irwanto.

Sebelumnya, jenazah Yensi berangkat dari bandara Sentani sekitar pukul 2.00 WITA, Sabtu (20/11) menuju bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan tiba sekitar pukul 17.10 wita.

Barulah sekitar pukul 08.00 Minggu, diterbangkan ke Bandara Ngurah Rai menuju Denpasar dan tiba pukul 10.00 WITA. Setelah itu jenazah di berangkat ke Bandara Zainuddin Abdul Majid (Bizam) dan diteruskan hingga ke tanah Samawa melalui bandara Sultan Kaharuddin dan tiba pukul 16.00 WITA.(K1)

%d bloggers like this: