Warga KSB Berduka, Kasat Pol PP Berpulang

KMCNews, Taliwang – Berbagai ucapan duka terus berdatangan dari sejumlah kalangan atas telah berpulangnya Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP ) Sumbawa Barat, Syihabuddin, AP,. Terlihat juga dari akun Facebook Anggota DPRD Provinsi NTB Nurdin Rangga Barani,SH yang memposting berita duka pejabat kharismatik tersebut.

” Kami Berduka. Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’un. Begitu cepat kau pergi saudaraku. Kemarin kita masih bercengkrama, bersenda gurau sepanjang jalan, mengiringi langkah Wakil Ketua DPR-RI, H. Fahri Hamzah, Bupati dan Wakil Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM-Fud Syaifuddin,ST serta pejabat Pemkab lainnya, seharian hingga malam mengunjungi beberapa titik lokasi pengungsian warga yang terdampak gempa di beberapa desa dan kecamatan di Sumbawa Barat.

Engkau terlihat begitu sangat bugar dan nampak ceria. Sesekali engkau melempar joke-joke segar tentang cerita-cerita masa lalu yang pernah kita lalui bersama saat saya masih menjabat Pimpinan DPRD di Kabupaten Sumbawa, hingga membuat kita tersenyum bahkan tertawa lepas bersama. Karena memang kita telah cukup lama saling mengenal. Kita sengaja berjalan agak dibelakang dari rombongan inti, agar dapat saling bercerita akbrab seperti dulu, berangkulan tanpa jarak. Tak ku sangka, ternyata peristiwa itu menjadi canda tawa terakhir kita saudaraku. Begitu mendadak dan begitu cepat engkau pergi. Sebagai sahabat, aku bersaksi bahwa engkau adalah pribadi yang sangat baik.Selamat jalan saudaraku Syihabuddin, S.Sos (Kasat Pol PP KSB). Insha Allah kepergianmu dalam keadaan husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik disisiNya. Aamiin yaa rabbal alamiin.Salam dan Doa saudaramu, Nurdin Ranggabarani sekeluarga,” tulis Nurdin.

Hal yang sama juga diposting oleh Ketua Dewan Pendidikan sekaligus Budayawan Sumbawa Barat Ais Bing Syahmi yang mengaku telah kehilangan seorang sahabat sejati.

“Insya Allah Khusnul Khotimah.Celana hingga sarung yang engkau perkenalkan itu masih sering kupakai. Bahkan 10 yang susulan juga sudah habis kubagi-bagi.

Dan diskusi kita tentang Garda Bangsa telah kau tangkap dengan manis seraya menjepit tongkat Komando. Aku sempat kecewa ketika mobil pasukan tidak sempat menjemput para juara, tapi sejatinya engkau telah memenangkan hati banyak orang di dalam pasar.

Di Tahziah kemarin malam, jabat-tanganmu agak dingin sebagai mungkin sebuah isyarat dan pergimu-pun nyaris tak tertangkap sinyal. Masih ada busur panah dan anaknya yang kulesatkan bersama al-Fatihah sementara resep Klinkmu masih eksis dalam kantung jamaah.

Pergilah kawan karena catatan baikmu sudah melampaui amalmu. Melajulah ke pangkuan Ilahi karena cintaNya telah memanggilmu di taman sorga. Innalillahi Wa’inna Ilaihi Raji’un,” tulis Ais.

Tidak hanya kalangan Facebooker, sejumlah kerabat dekatnya menilai sosok Syihabuddin adalah orang yang baik dan sangat bersahaja. Ia dikhabarkan meninggal di RSUD Asyfa Sumbawa Barat akibat Kardiorespiratory Arrest, Rabu malam (12/9) sekitar pukul 22.03 WITA. Ia dimakamkan Kamis siang (13/9) di TPU lingkungan Bugis Kelurahan Bugis Taliwang. Oleh pemerintah setempat diberikan kenaikan jabatan dari pembina utama muda golongan IV C menjadi pembina utama madya golongan IV D dan dianugrahkan pangkat Anumerta.

Sejak Bencana gempa mengguncang Sumbawa Barat, aktifitas Syihabuddin memang teramat padat.

Sehari yang lalu ia terlihat mendampingi kunjungan menteri PUPR, hingga Rabu malam (13/9) seusai penyambutan kepulangan Jamaah haji ia dilarikan ke RSUD Assyfa

Beberapa hari menjelang berpulangnya, Syihabuddin sempat menulis status bijak di dinding Facebooknya. Status itu seolah menjadi pertanda kepergiannya.

“Dijaga selalu kebersamaan wahai para komandan,” tulisnya tertanggal 9 September 2018 sekitar pukul 22.17 WITA.

Postingan-postingan Syihabuddin terus berlanjut terutamanya tentang kiprah dan keterlibatannya dalam penanganan sebelum dan sesudah gempa mengguncang.

“Gempa berstatus makhluk sama dgn yg lain. Dia datang dan pergi mengikuti perintah Tuhannya. Sedangkan Manusia lebih mulia dari makhluk manapun. Mari berikhtiar,” tulis Syihabuddin. (K.SZI)