fbpx

Warga Bentangkan Spanduk Kembali Protes Tolak Pembangunan Smelter

KMCNews, Sumbawa Barat – Sejumlah warga Sumbawa Barat kembali melakukan aksi penolakan terhadap rencana pembangunan Smelter.

Warga pesisir pantai Desa Benete Kecamatan Maluk, menunjukkan bentuk penolakan pembangunan smelter tersebut dengan cara memasang spanduk protes dibubuhi tanda tangan penolakan yang bertuliskan ‘masyarakat Pantai Benete menolak smelter’ yang berlokasi di persimpangan Kantor Camat Maluk.

Sekelompok Warga ini melakukan aksi protes karena menilai tidak ada transparan serta tidak melibatkan masyarakat dalam sosialisasi, yang berlangsung siang tadi Jum’at (31/5/2019).

“Kami menolak dengan keras rencana pembangunan smelter karena masyarakat tidak dilibatkan dalam sosialisasi apapun,” tandas, Syafruddin Ismanta, salah satu masyarakat pesisir Pantai Desa Benete kepada media KMCNews di lokasi aksi.

Selain itu, Syafruddin menambahkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diminta harus lebih proaktif dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
“Selama ini kami hanya dapat informasi lewat berita media dan katanya progres pembebasan lahan sudah 80%, lahan yang mana,” cetusnya.

Senada disampaikan Syamsul Hidayat, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Benete, menyatakan penolakan masyarakat pesisir pantai berawal dari beberapa kegiatan sosialisasi termasuk sosialisasi perencanaan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) di Mataram beberapa hari yang lalu dan itu di anggapnya cacat Hukum karena tidak di melibatkan Ketua RT, RW, Toma, Toga, BPD dan hanya melibatkan dari unsur pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa.

“Dilokasi rencana pembangunan smelter ada kehidupan, kami juga harus tahu dan dilibatkan agar memenuhi regulasi yang ada seperti yang sudah di amanahkan Permen LH 17/2012,”uajrnya.

Sementara itu, Kepala Desa Benete, Sirajuddin meninjau langsung dilokasi aksi protes tersebut dan menyampaikan progres rencana pembangunan smelter untuk saat ini baru pembebasan lahan.

“Ini hanya miskomunikasi saja dan dalam waktu dekat kami akan duduk bersama masyarakat untuk membahas masalah ini” tutup. (K- If)

%d bloggers like this: