fbpx

Tim Percepatan Smelter Diminta Jangan GR Menarik Kesimpulan

Sumbawa Barat, KMCNews – Rencana pembangunan Pabrik Smelter dan Indsutri turunannya di Kecamatan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat direspon warga setempat.

Pemerintah telah membentuk tim percepatan untuk mewujudkan realisasi pembangunan pabrik pemurnian konsentrat hasil tambang tersebut, dan ditargetkan pada tahun 2022 sudah selesai.

Dalam sosialisasi yang berlangsung belum lama ini, di Kantor Camat Maluk, Tim percepatan Pembangunan Smelter menyimpulkan sementara bahwa masyarakat Kecamatan Maluk sudah setuju dan mendukung rencana pembangunan Smelter.

Hal ini, kemudian mendapat respon dari tokoh Pemuda Desa Benete Supriadi AK atau akrab di sapa Jamal.Menurutnya Pemerintah Daerah dan tim percepatan Smelter terlalu dini menyimpulkan bahwa masyarakat Kecamatan Maluk setuju.

Karena menurut Jamal, tamu undangan yang hadir sangat terbatas dan yang hadirpun tidak bisa dianggap mewakili ribuan suara yang tidak hadir di Kecamatan Maluk.

“Jadi tim ini jangan GR (Gede Rasa-red) lah, kemarin itu hanya berbicara masalah pembebasan lahan padahal justru yang terkena dampak langsung nantinya adalah lokasi yang tidak terkena pembebasan lahan namun akan berhadapan langsung dengan industri ini,”tandas Jamal, kepada media ini.

Lebih lanjut ditambahkannya, apalagi Tim Percepatan yang datang sosialisasi  tidak bisa menjawab ketika masyarakat mempertanyakan radius aman dari industri smelter.

“ Kita tunggu pembahasan amdal khusus lahan 850 Ha baru akan kami simpulkan apakah kami menerima atau menolak, masih banyak yang perlu dibahas dan harus tertuang dalam perjanjian masyarakat dengan perusahaan karena kami bukan hanya berbicara masalah nilai rupiah yang akan dibayar namun ada hal-hal lain yang tidak ternilai harganya seperti kearifan lokal, kesenjangan sosial dan akan banyak yang berubah disini dan perlu mendapat perhatian , sekali lagi kami meminta Tim smelter jangan menyimpulkan terlalu dini,”pungkasnya.(K-1)

Leave a Reply

%d bloggers like this: