Tidak Usah Khawatir, Warga Maluk Dukung Penuh Pembangunan Smelter

KMCNews – Warga kecamatan Maluk, kabupaten sumbawa barat (KSB) sangat mendukung rencana pembangunan industri pengolahan dan pemurnian bahan mineral hasil tambang (smelter). Dukungan ini dibuktikan bahwa warga siap menjual lahan yang masuk dalam zonasi telah ditetapkan untuk area smelter beserta industri turunannya.

“Pemerintah daerah KSB dan lembaga lainya tidak usah khawatir akan dukungan warga untuk pembangunan smelter. Perlu kita ketahui bahwa warga sangat mendukung pembangunan smelter dan industri turunan” ujar, Syafruddin Ismanta, warga pantai Desa Benete yang ditemui dilokasi rencana pembangunan smelter.

Syafruddin menambahkan, terkait dengan pembangunan smelter pada dasarnya warga sangat setuju, cuma saat ini warga masih melakukan negosiasi kecocokan harga antara warga dengan tim appraisal karena harga tanah dan bangunan yg ditawarkan pemerintah melalui tim percepatan (appraisal) itu sangat tidak sesuai jika tidak berdasarkan peruntukan objek sebagai pertimbangan pemutusan hak peralihan hak milik pribadi dan sekaligus pemutusan hak wilayah ekonomi masyarakat yg berkeadilan.

“Tidak ada warga yang menolak rencana keberadan smelter karena ini sudah di atur oleh regulasi. Justru yang kami takutkan rencana pembangunan smelter ini bagian dari strategi perusahaan untuk meluruskan ijin tertentu” cetus, Geri sapaannya.

Sementara itu, Camat Maluk, Anugerah yang ditemui ruang kerjanya menyampaikan. Sosialisasi rencana pembangunan smelter sudah dilakukan beberapa kali tahapan dengan keberadaan smelter nanti sangat memberikan konstribusi yang besar khusus untuk warga Maluk.

“Alhamdulillah, warga Maluk sangat mengharapkan pembangunan smelter untuk masa depan. Kalaupun ada masalah mari duduk bersama untuk cari solusinya termasuk harga tanah warga yang masuk dalam zonasi pembangunan smelter yang saat ini masih proses negosiasi antara warga dengan tim appraisal. Kalau ada kesepakatan harga baru itu dibayar, bahkan ada tanah warga yang sudah dibayarkan oleh tim pembebasan lahan” tutup, Anugerah.(K-If)