Tidak Terima Bansos Covid-19, Warga Menilai Pemdes Pasir Putih Tidak Adil

KMCNews – Dampak dari pandemi Covid-19 secara ekonomi berpengaruh terhadap masyarakat, hingga saat ini belum ada kejelasan sampai kapan wabah ini akan terus berlanjut.

Karena itu, pemerintah terus mengupayakan tindakan-tindakan guna menekan berbagai dampak yang dirasakan masyarakat.

Diantara upaya pemerintah itu dengan memberikan bantuan berupa BST Kemensos RI, PKH, BNPT, JPS Gemilang, JPS Kabupaten hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT) bersumber dari Dana Desa.

Salah satu warga, Arina Anwar, yang beralamat Rt 09/02, Dusun Pasir Putih Tengah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat, mengakui sebelum data warga penerima jenis bantuan Covid-19, dirinya telah menyerahkan administrasi (KTP dan KK) yang di minta Kepala Dusun sebagai penerima bantuan.

Namun namanya tidak ada dalam warga penerima bantuan yang telah ditetapkan, mengetahui hal tersebut ia langsung mendatangi kantor desa guna mempertanyakan terkait apa alasan Pemdes tidak memasukan namanya dalam pendataan bansos Covid.

“Iya mas, saya telah mendatangi Pak Kades dikediamanya akan tetapi disuruh ke kantor dan sudah tiga kali saya ke kantor Desa tapi jawaban dari Pemdes bahwa nama saya memang tidak didata pada bantuan sosial yang ada” papar, Ibu tiga anak itu.

Lebih lanjut Arina, menyampaikan bahwa dampak wabah ini cukup berpengaruh, dan dirinya sangat mengharap bantuan tersebut karena suami yang kerja serabutan itu tidak lagi bekerja akibat Covid ini.

“Untuk kebutuhan tiga orang anak saat ini sangat sulit karena suami tidak bekerja lagi” katanya.

Tidak menerima bantuan, dirinya sangat kecewa terhadap Pemerintah Desa karena ia menilai diantara penerima bantuan khususnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa, ada beberapa warga dinilai tidak pantas menerima bantuan tersebut.

“Saya merasa Pemdes tidak adil, yang seharusnya warga seperti kami inilah yang layak menerima bantuan. Justru ada warga yang miliki mobil pribadi bahkan bos perusahaan yang terdata sebagai penerima BLT Dana Desa itu” harap, Arina, sembari tangannya menunjuk arah rumah Bos penerima bantuan di kosnya.

Sementara itu, Kades Pasir Putih, Lalu Sujarwadi, ST yang ditemui KMCNews diruang kerjanya, Rabu (10/6) menyampaikan, pada dasarnya terkait dengan data Bansos Covid-19, Pemerintah Desa Pasir Putih bersama Badan Permusyawaratan Desa, Kepala Dusun, Bhabikamtibmas, Babinsa serta warga sebelumnya telah melakukan Musyawarah Desa Khusus (Musdeskus) dalam melakukan verifikasi dan vasilidasi data untuk finalisasi.

“Intinya, warga penerima Bansos itu sudah melalui mekanisme dan kreteria nominasi warga miskin serta warga terdampak Covid-19” jelas, Kades Pasir Putih.

Diakui, Lalu Sujarwadi, ada 674 Kepala Keluarga aktif di Desa Pasir Putih, sedangkan yang tergabung dalam penerima bansos berjumlah 415 Kepala keluarga. Jadi, untuk data Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahan pertama memang ada kekeliruan dan itu sudah diperbaiki melalui rapat bersama pihak BPD dan elemen Desa dalam verifikasi ulang untuk perbaikan. Dalam rapat itu kami utamakan sesuai dengan kreteria warga miskin yang terdampak Covid.

Menyinggung ada warga penerima BLT Dana Desa mempunyai mobil pribadi. Miq Lalu, sapaan akrab menyampaikan bahwa warga tersebut merupakan salah satu warga yang secara ekonomi berdampak langsung akan usahanya.

“Seperti yang saya sampaikan bahwa warga tersebut merupakan warga terdampak Covid karena usahanya tidak jalan lagi. Sedangkan saudari Arina sudah dimasukkan namanya dalam data hasil verifikasi ulang kemarin untuk penerima BLT Dana Desa tahap ke dua” tutup, Kades.(K-If)