Tidak Dirasakan Manfaatnya, Warga Pertanyakan Program SPAM di Desa Mantun

KMCNews – Program peningkatan layanan air minum dilakukan melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang diperuntungkan manfaatnya untuk warga Desa Mantun, Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat kini dipertanyakan.

Pasalnya, Program yang menghabiskan anggaran sebesar Rp. 686.624.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2019, saat ini tidak dirasakan manfaatnya dan dinilai sia-sia oleh warga.

Salah satu warga, Sumawati, menceritakan air dari kran SPAM memang pernah keluar pada saat uji coba saja dan setelah itu tidak keluar lagi hingga kini.

Dikatakan Wati, kondisi ada beberapa pipa dari kran air warga sudah patah dikarena kran tersebut tidak berfungsi.

“Dulu air pernah keluar di saat peresmian itu saja, dan hingga saat ini airnya tidak pernah dirasakan warga bahkan banyak pipa kran air yang sudah patah dan kami butuh air itu” papar, warga Rt 07/03 Dusun Mantun Barat yang rumahnya tidak jauh dari Tower SPAM

Melihat hal itu, Aktivis Gerakan Masyarakat Sumbawa Barat Mencari Keadilan (GMSBMK), Irawansyah, angkat bicara bahwa pemerintah mencanangkan dan melaksanakan program air bersih diperuntungkan untuk masyarakat patut diapreseasi, akan tetapi program tersebut harus disertai dengan implementasi sesuai dengan asas manfaatnya.

“Banyak warga mengeluh terkait dengan SPAM yang kini hanya sebagai pajangan saja dengan menghabiskan anggaran negara cukup besar tapi manfaat airnya tidak dirasakan warga Mantun. Ada apa dengan program SPAM ini,” tanya, aktivis sapaan akrab Doges yang beralamat di Desa Mantun.

Lebih lanjut, Doges, menyampaikan program air minum dalam memenuhi akan hak dasar hidup berbasis masyarakat Desa Mantun yang dibangun pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Pemukiman Sumbawa Barat ini dinilai belum berhasil, karena dalam pelayanannya masih memiliki permasalahan yaitu air dari program SPAM tidak langsung dirasakan manfaatnya, padahal warga sangat mengharapkan air tersebut, terlebih saat musim kemarau.

Diketahui, hasil tinjauannya dilapangan bahwa sumur bor (Sumber air) yang berlokasi daerah Balas, Desa Pasir Putih. Sedangkan, Tangki penampungan air bersih berada di Dusun Mantun Barat, Desa Mantun.

Mengutip dari pernyataan Slamet (Pemilik lahan dilokasi sumur bor), kata Doges, sumur bor yang dibuat oleh Dinas Pertanian Sumbawa Barat yang dikhususkan untuk kebutuhan air lahan pertanian, akan tetapi dilapangan sumur tersebut saat ini dipakai juga Pamsimas dan Program SPAM.

“Pemerintah harus meninjau dan evaluasi kembali program SPAM termasuk Pamsimas yang ada di Kecamatan Maluk khususnya yang telah menghabiskan anggaran milyaran, akan tetapi unsur manfaatnya tidak dirasakan langsung oleh warga. Dan, terkait masalah ini kami (GMSBMK) akan mengusut” tandas Doges.(K-If)