Terkait Narkoba, Gempita Beri Bantuan Hukum ME

KMCNews – Gerakan Masyarakat Peduli Anti Narkotika (Gempita) Kabupaten Sumbawa Barat, mendapat sorotan dan tamparan publik KSB, buntut penangkapan salah satu pengurusnya ME alias TJ yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba jenis Sabu.

Menanggapi sorotan publik, Ketua Gempita KSB, Baharuddin Ank,ST.,MM, dalam konfrensi Pers, Selasa Siang 23 Juni 2020 mengaku hal ini merupakan teguran keras bagi Gempita dan menurutnya ada hal yang harus di evaluasi namun demikian pihaknya harus menunggu proses hukum berjalan.

Gempita menurut Baharuddin Ank, menghormati apa yang dilakukan aparat penegak hukum, pihaknya akan taat mengikuti segala proses hukum sampai ada keputusan hukum yang jelas, dan selama proses hukum berjalan Gempita menurutnya akan mendampingi ME.

Terhadap status ME dalam kepengurusan Gempita menurut Baharuddin Ank, untuk sementara di non aktifkan tetapi tidak diberhentikan, alasannya karena menunggu keputusan final pengadilan dan belum tahu dalam kasusnya apakah yang bersangkutan bersalah atau tidak.

Wakil Ketua Gempita Miftahul Farid,S.H menambahkan, rasanya tidak elok ketika ME oleh publik langsung divonis bersalah padahal proses hukumnya belum final.

” Kami akan mendampingi ME selama proses hukum berjalan, namun ketika ME di fakta persidangan diketahui bersalah dan keluar keputusan final maka Gempita akan bertindak tegas melakukan pemecatan,” tegas Miftahul yang juga dikenal sebagai Lawyer ini.

Apapun keputusan hukum terhadap rekannya ME, Gempita ditegaskan Miftahul Farid kedepan tetap akan berjalan dan eksis, dan sejak awal dikatakan ia bersama rekanya sudah berkomitmen ikhtiar memberantas narkoba di KSB dengan segala resiko karena yang dihadapi dalam berantas narkoba adalah mafia.

Kemudian bagi Gempita, khusus ME selama ini dikenal cukup berperan dalam membantu Aparat Penegak Hukum mengungkap kasus Narkoba di KSB, menurut Miftahul Farid lagi pengungkapan kasus Narkoba di Brang Rea belum lama ini misalnya, tidak terlepas dari andil rekannya ME.

Bendahara Gempita Marni Sulastri,SH menambahan, peran ME ini tak bisa di pungkiri selama ini, buktinya setiap ada pengungkapan kasus narkoba di KSB, ia malah kerap di teror oleh mafia yang menurut istilahnya bukan “ecek” lagi.

ME Alias TJ yang belakangan diketahui sebagai Sekretaris Gempita, ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres KSB di Jalan Raya depan Masjid Babussalam Kelurahan Menala, pada Senin Malam Tanggal 22 Juni 2020.

Dari tangannya Polisi menemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah plastik klip yg berisi sabu dengan berat Bruto 0,63 gram di kantong kanan baju koko yang digunakan.

Kemudian dari introgasi dilakukan Polisi diketahui, sabu tersebut di peroleh dari IRV Alias PAN warga Kelurahan Sampir, dan Polisi juga meringkus IRV malam itu juga setelah melakukan pengembangan kasus tersebut.(K1)

Simak Videonya Disini :