Siswa PDP Covid-19 Meninggal, Kepsek SDN 10 Sebut Siswanya Sudah Sakit Gusi 1 Bulan Lalu

Bupati KSB Minta Warga Jangan Panik

KMCNews – Kabar duka menyelimuti Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Taliwang Sumbawa Barat, sebab salah seorang siswanya  berinisial IA (16 tahun)  yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona Virus Disease (Covid-19) meninggal dunia.

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 10 Taliwang, Faridah, S.Pd,SD  dalam keterangan Persnya mengatakan, turut berduka cita atas meninggal siswanya yang dikenal selama ini cukup rajin dan aktif di Sekolah.

“ Siswa kami ini cukup aktif dan terlibat diberbagai kegiatan Sekolah, anaknya tidak nakal dan patuh, mungkin itu cara dia menutup kekurangannya, kami sangat berduka,”ujarnya, saat Konfrensi Pers bersama Bupati Sumbawa Barat, Minggu (5/4/2020) di Posko Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid -19 KSB di Komplek KTC.

Faridah menegaskan, IA sudah tidak berada di Sekolah sejak 1 bulan yang lalu dan tidak mengikuti ujian, saat tidak mengikuti ujian itulah ia diketahui sedang sakit, dan setelah itu tidak lagi masuk sekolah hingga Siswa diliburkan akibat Covid-19.

“ Pada saat sebelum libur pun dia kadang tidak masuk sekolah dan kadang masuk dua hari, kami sempat tanya kondisinya, dan anak kami ini menjawab sakit di bagian gusi dan memang kelihatan membengkak,  dan saat  mau ujian Sekolah kami menerima informasi  mengalami kelumpuhan,  kami perkirakan awal Ia sakit sejak awal Februari,” terangnya.

Sementara berdasarkan keterangan keluarga, IA sudah mengalami sakit sejak 1 bulan dengan keluhan sakit gigi dan gusi berdarah, beberapa kali melakukan pengobatan di Puskesmas Taliwang, Tanggal 20 Maret IA oleh keluarganya diajak ke Selong Lombok Timur, kemudian tanggal 30 Maret IA dibawah ke Rumah Sakit Selong untuk menjalani perawatan dengan keluhan Lemah, Gusi Berdarah,  ruam-ruam di kulit serta kemerahan pada mata, setelah 2 hari dirawat pada  Tanggal 31 Maret 2020 IA keluar dari Rumah Sakit Selong atas permintaan sendiri dan dibawah pulang ke rumah kelaurganya di Rarang Lombok Timur, dan baru tanggal 2 April 2020 dibawah pulang ke Taliwang dan dibawah menggunakan jasa angkutan travel.  

Kemudian IA yang baru dari Lombok Timur dipantau tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 karena memiliki suhu badan diatas normal.

Terkait status PDP Covid-19 terhadap IA, baru ditetapkan sejak tanggal 2 April di RS Asy Syifa Sumbawa Barat  setelah sebelumnya dirujuk sekitar pukul 16.10 wita dari Puskesmas Taliwang.

Penetapan status PDP Covid-19 ini, karena IA mengalami keluhan yang mengarah pada gejala Covid-19 seperti batuk, demam serta baru pulang dari daerah transmisi lokal, dan pada tanggal 3 April 2020 Pukul 19.10 Wita dirujuk ke RS H.L Manambai Abdul Kadir Sumbawa Besar.

IA yang beralamat di RT.001 RW 008 Lingkungan Tiang Enam Kelurahan Kuang Kecamatan Taliwang, dilaporkan meninggal dunia Minggu (5/4/2020) sekitar Pukul 02.00 setelah dirawat di Rumah Sakit H.L Manambai Abdul Kadir Sumbawa Besar.

Almarhum IA kemudian dibawah pulang ke Taliwang dan selanjutnya telah dimakamkan sesuai protokol oleh gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa Barat, Minggu pagi sekitar Pukul 08.00 Wita.

Bupati KSB Minta Warga Jangan Panik

Mencuatnya satu kasus PDP Covid-19 warga KSB meninggal dunia, Bupati Sumbawa Barat Dr.H.W Musyafirin, M.M mengingatkan Warga untuk tetap tenang dan jangan panik, Bupati KSB juga meminta warga agar jujur saat melakukan secrening atau pemeriksaan dan disiplin dalam menerapkan Physical Distancing, hindari keramaian , kurangi aktifitas di luar rumah, selalu cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Terkait adanya kekhawatiran warga terhadap penyebaran Covid -19 di KSB terutama dilingkungan Sekolah dan Lingkungan tempat tinggal IA,  jika mencermati keterangan dari Kepala Sekolah SDN 10 dan keluarga IA, menurut Bupati khusus di lingkungan Sekolah,  IA belum ditetapkan dalam status PDP Covid-19 karena memang sakitnya adalah sakit Gusi dan setelah itu IA juga sudah tidak masuk sekolah dan Sekolah juga telah diliburkan.

“ Setelah libur Sekolah inilah kemungkinan IA terpapar Covid-19, karena selain mengalami gejala Covid-19 juga karena punya riwayat berobat dan baru balik dari daerah terjangkit, sejak 2 April ditetapkan dalam status PDP itu,” terang Bupati kepada wartawan, Minggu siang tadi di Posko Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid -19 KSB di Komplek KTC.

Namun demikian ditegaskan Bupati,  sejauh ini belum ada kepastian apakah IA yang berstatus PDP itu positif atau tidak Covid-19, karena belum keluar hasil laboratorium.

 “ Jadi warga kami minta jangan berasumsi macam-macam, sudah dilakukan Swab terhadap IA dan belum keluar hasil laboratorium, ya semoga saja negatif kita tunggu saja hasilnya,” tandasnya.

Dibagian akhir Bupati menegaskan, meski belum keluar hasil laboratorium terhadap IA, Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 KSB tetap melakukan penanganan protokol mulai dari perawatan, pemakamaman, contac tracking, mengisolasi keluarga di rumah susun yang disediakan secara khusus bagi keluarga PDP, kemudian disinspektan tempat tinggal dan lingkungan IA.

“ Sejauh ini kita sudah data 8 orang untuk diisolasi mereka sejauh ini kondisinya normal dan sehat dan kita telah menyediakan rumah susun ada sekitar 40 kamar yang fasilitasnya cukup bagus, khusus untuk isolasi keluarga pasien PDP di KSB, tapi sekali lagi khusus IA ini hasilnya belum tentu positif Covid-19,”demikian pungkas Bupati KSB, Dr.H.W Musyafirin,M.M (K-1)

BERIKUT KETERANGAN RESMI BUPATI KSB :