Serapan APBD KSB Masih Rendah, Hatta Tambah Khawatir Dengan Kwalitas Pembangunan

KMCNews, Sumbawa Barat – Serapan anggaran APBD Sumbawa Barat tahun 2018, masih jauh dibawah angka 50 persen bahkan jauh dari target awal 37.62 persen dipertengahan tahun.

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, anggota DPRD Sumbawa Barat, Muhammad Hatta, menilai, rendahnya serapan APBD sejauh ini, dikhawatirkan seperti pengalaman tahun lalu, dimana sejumlah pekerjaan terpaksa dikebut pada akhir tahun, yang berujung pada munculnya masalah baik dari kwalitas sampai dengan tidak bisa selesai pekerjaan, seperti contoh di Dinas Dikpora.

” Sangat memprihatinkan padahal Bupati selalu mendorong mengejar pekerjaan kegiatan proyek dari sejak awal tahun, dan kita tagih keseriusan serta komitmen Bupati atas kondisi ini, harus ada reward and punishment saya pikir,” ujar Politisi Partai Amanat Nasional ini.

Dikatakan Hatta, seperti pengalaman di Dinas Dikpora, bahkan sampai harus bergerak tahun 2018 terkait penyelesaian pekerjaan 2017,

” Ini kan pengalaman yang harus tidak boleh terulang lagi di TA 2018 ini,”. ketusnya.

Tak hanya itu, lanjut Hatta, lambannya serapan anggaran APBD sangat berdanpak pada sulitnya perekonomian masyarakat, karena menurutnya masyarakat Sumbawa Barat harus diakui masih sangat bergantung pada anggaran yang bersumber dari APBD.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keungan Daerah (BPKS) KSB, Nurdin Rahman, SE menyampaikan, berdasarkan data terakhir yang dihimpun pihaknya per 25 Mei 2018, serapan anggaran APBD tahun 2018 masih diangka 19 persen.

Meski demikian, Nurdin mengaku optimis realisasi serapan anggaran APBD KSB 2018 hingga akhir tahun, akan tercapai sesuai target 95 persen dari total 1,2 Trilyun jumlah APBD tahun ini, atau lebih baik dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 85 persen dari total 1,5 Trilyun dana APBD yang tersedia.

” Kita sudah surati SKPD yang ada agar sesegera mungkin mengeksekusi pekerjaan yang ada agar tidak menumpuk di akhir tahun,”katanya, saat bincang dengan KMCNews, Kamis (31/5) di ruang kerjanya.

Nurdin berharap, SKPD tidak hanya segera menyelesaikan program yang sudah ada, bahkan program Triwulan ketiga dan keempat, diminta digeser saat ini agar pekerjaan tidak menumpuk.

” Ini upaya kita, nanti kalau pekerjaan menumpuk akhir tahun, semua sibuk.Sebenarnya lambannya serapan angggaran ini karena kita terlalu menunggu, dan menunda pekerjaan, padahal uang itu ada tinggal mau kerja atau tidak, dan kami siap mengeluarkan dana yang ada, kecuali kalau dana tidak ada, ini dana ada gak mau kerja kan repot,” ujarnya.

Nurdin menyayangkan, jika sampai akhir tahun realisasi anggaran tidak maksimal, padahal dana tersedia.

” Kan sayang dana ada kita tidak mampu maksimalkan, seperti tahun lalu adasekitar 200 milyar lebih anggaran tak bisa dimanfaatkan,”pungkasnya.(K1).