Senator Dapil DKI ini Minta Pemerintah RI Tegas Sikapi Israel

KMCNews, Jakarta – Pemerintah Indonesia diminta untuk menunjukkan sikap tegas, dalam rangka merespon tindakan Israel yang melarang dan bahkan melakukan aksi kekerasan terhadap warga muslim Palestina yang ingin sholat di Masjidil Aqsa.

Permintaan ini disampaikan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Parlemen Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Prof. Dr. Dailami Firdaus dalam siaran persnya, Rabu (26/7), menyikapi tindakan yang dilakukan tentara Isreal terhadap warga muslim Palestina.

Sebagai upaya kongkrit, tambah Dailimi, pemerintah dapat mendorong pertemuan darurat PUIC (The Parlementary Union of the OIC Member States), atau Persatuan Parlemen Negara-Negara OKI (Oraganisasi Konferensi Islam).

“Dalam pertemuan tersebut, anggota dapat menyatukan pandangan maupun membahas langkah-langkah politik, serta kemanusiaan yang diperlukan untuk mengatasi krisis ini,” ujarnya.

Dailami memandang pemasangan detektor metal dan kamera pengaman di sekitar Masjidil Aqsa, Yerussalem sebagai bagian strategi jangka panjang Israel untuk menguasai Kota Suci umat Islam tersebut.

Juga, ribuan umat muslim terpaksa melaksanakan shalat Jumat di jalan-jalan menuju Al-Aqsha, hingga berujung penembakan imam Masjidil Aqsha, Sheikh Ikrima Sabri. Bahkan hingga saat ini, dua orang orang dilaporkan telah tewas dan melukai sekitar 200 warga Palestina dalam peristiwa blokade al-Aqsha ini.

“Kontrol akses ke kompleks Al Aqsha, menunjukkan Israel tidak pernah berkeinginan mengakui posisi status-quo tahun 1967 maupun poin-poin damai atas Masjid al-Aqsha,” ujar anggota DPD RI dapil DKI Jakarta ini.

Indonesia sebenarnya sudah memiliki konsulat kehormatan di Ramallah (Tepi Barat, Palestina). Karena itu pemerintah RI didesak untuk memberikan dukungan secara aktif terhadap Palestina, serta menyuarakan penolakan atas kebijakan Israel.

“Provokasi-provokasi Israel untuk menguasai Al-Aqsha seperti yang pernah dilakukan oleh PM Israel Ariel Sharon pada 2001 sebagai bagian rencana besar menjadikan Jerusalem sebagai ibukota Israel, itu harus dihentikan,” ucap Dailami. (Kds/BeritaBuana)

Beri Komentar Di Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *