Sejumlah Pemuda Sekongkang Demo PT AMNT, Ini 5 Tuntutannya

KMCNews – Puluhan pemuda Kecamatan Sekongkang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Sekongkang (APS) melakukan aksi demostrasi didepan pintu masuk perusahaan Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di gate 41 Alfa Kecamatan Sekongkang.

Dalam aksi yang berlangsung Rabu, (23/10/19), APS menuntut 5 hal diantarannya perusahaan diminta untuk memperbaiki irigasi pertanian warga, kemudian komposisi tenaga kerja 30% dari wilayah Sekongkang, penghapusan rekrutmen satu pintu melalui Disnaker KSB, menyalurkan air bersih dari PT AMNT ke wilayah Sekongkang serta mengaktifkan kembali Program Cooporatif Sosial Responsiblity (CSR) seperti PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) dulu.

Koordinator lapangan, Ikhsan dalam oransinya menyampaikan, permasalahan di Kecamatan Sekongkang saat ini dirasakan cukup komplit, seperti kekeringan air bersih yang melanda warga, dan menurut Ikhsan hal ini mestinya merupakan bagian dari tanggung jawab sosial PT AMNT yang beroperasi di wilayah Kecamatan Sekongkang.

“Kami hadir dalam aksi ini menyampaikan kepada perusahan membawa 5 tuntutan APS. Bertambahnya pengangguran di Sekongkang menjadi masalah serius dan kami minta sistim satu pintu dihapus dan alokasi 30% tenaga kerja diberikan untuk Sekongkang” harapnya

Ketua APS Wahyu, dalam orasinya menyampaikan, keberadaan perusahaan raksasa penghasil emas dan tembaga saat ini tidak mampu mengakomodir pengangguran.

Menurutnya, konstribusi perusahaan sangat dipertanyakan selama ini, oleh karena itu perusahaan diminta membuat terobosan baru untuk warga sebagai bentuk kepedulian sosialnya.

“Sekongkang merupakan wilayah yang berdampak langsung dari operasi PT AMNT, maka kami minta pihak perusahaan agar melihat dan mengevaluasi kembali program sosialnya yang selama ini tidak dirasakan oleh masyarakat langsung” tandas Wahyu.

Dilokasi aksi, selang beberapa saat setelah berdemonstrasi, massa aksi kemudian didatangi oleh Camat Sekongkang dan rombongan untuk di fasilitasi pertemuan di Aula Kantor Camat Maluk bersama sejumlah managemen PT AMNT diantaranya Syafruddin Jarod, Abdul Wahid, Ahmad Salim.

Hadir juga dalam pertemuan ini dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, diantaranya Kadis Disnaker, Drs Muslimin, yang didampingi Kabid Hubungan Industrial Disnaker Tohiruddin, SH.

Dalam pertemuan, dihadapan massa APS, Kadis Disnaker KSB, Drs, Muslimin menyampaikan mekanisme dalam rekrut tenaga kerja yang dilakukan Disnaker saat ini sudah sesuai aturan yang diamanatkan Perbup nomor 9 tahun 2010 tentang rekrutmen tenaga kerja satu pintu.

“Terkait dengan tenaga kerja, kami tetap melakukan koordinasi dengan Provinsi dan keinginan penghapusan sistim rekrutmen satu pintu untuk wilayah Sekongkang sangat bertentangan dengan regulasi yang ada” imbuhnya.

Sementara itu, Senior Manager Social Responsibility PT AMNT, Syafruddin Jarod, menyampaikan perusahaan dalam melaksanakan operasinya senantiasa memenuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku termasuk dalam hal ketenagakerjaan.

Menurutnya, perusahaan juga mengikuti peraturan perekrutan satu pintu yang diatur oleh Dinas Tenaga Kerja KSB yang tertuang dalam peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2010.

“Perusahaan selalu melakukan komunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait hal ketenagakerjaan di Amman Mineral dan Aliansi” jelasnya

Lanjutnya, terkait program tanggungjawab sosial, PT AMNT tetap berkomitmen untuk melaksanakan program-program tanggungjawab sosial.

Dikatakan Jarot sapaan akrabnya, beberapa program telah dilaksanakan dan juga sedang dalam proses pengkajian untuk memastikan program tepat sasaran dan keberlanjutan sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami berharap untuk dapat terus bekerja sama dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mewujudkan keberlangsungan operasi tambang Batu Hijau dan sehingga dapat memberikan nilai tambah tambang Amman Mineral sebagai salah satu penunjang perkembangan ekonomi dalam negeri secara jangka panjang” tandas Syafruddin Jarot.

Menyinggung terkait proses rekrutmen tenaga kerja Amman Mineral dan Aliansi, menurut Jarot mengikuti tata cara seleksi umum yang berlaku di Indonesia yang meliputi latar belakang pendidikan, kemampuan/skill, perilaku, etika dan kesehatan.

Dimana saat ini ditegaskannya, komposisi jumlah tenaga kerja di Amman Mineral sudah sesuai bahkan melampaui Peraturan Bupati yang menentukan komposisi karyawan KSB minimal 50%.

“Komposisi TK di AMNT dan AMIG untuk KSB 56%, NTB (Non KSB) yaitu 14% dan Non NTB: 30%. Sedangkan untuk Komposisi TK di PT Macmahon Indonesia yaitu KSB: 58%, NTB (Non KSB) : 18%, Non NTB 24%” paparnya.

Terkait dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di PT Macmahon Indonesia. Lanjutnya, dari sekitar 600-an orang yang akan berakhir kontraknya akhir Oktober ini, saat ini ada sekitar 500-an orang yang akan dilanjutkan hubungan kerja dan menjadikan karyawan tersebut permanen. Dan sekitar 93 orang tidak dilanjut atau pengakhiran kontrak.

“Adapun proses perpanjangan dan pengakhiran kontrak kerja di PT Macmahon Indonesia telah dilakukan melalui sosialisasi LKS (Lembaga Kerjasama) Bipartite. Komposisi Karyawan lokal KSB dan Non KSB di PT Macmahon Indonesia adalah 58% (1192 karyawan), NTB 18% (367 karyawan) dan Non NTB 24% (503 karyawan)” tutup, Syafruddin Jarod.

Pertemuan di aula Kantor Camat Sekongkang dirasakan tidak membuahkan hasil, sebab APS kemudian meninggalkan pertemuan dan kembali ke lokasi aksi, dan menurut rencana demonstrasi tersebut akan berlangsung hingga Jum’at mendatang. (K-If)