RSUD As’syifa Masih Tangani Pasien Di Bawah Tenda

KMCNews, Taliwang – Rawat inap pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) As’syifa Sumbawa Barat pasca gempa mengguncang Minggu malam (19/8) lalu, masih dilakukan di bawah tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman RSUD. Aktivitas perawatan di dalam ruangan belum bisa dilakukan, mengingat kondisi ruangan ada yang mengalami kerusakan.

Direktur RSUD As’syifa, dr. Carlof, kepada KMCNews(30/8)mengatakan, pihaknya masih menunggu evaluasi dan kelayakan rumah sakit dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Pemukiman (PUPRPP). PUPRPP melakukan pemeriksaan kondisi fisik gedung RSUD yang sudah lama menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut.

” Ya, sampai saat ini kita belum berani memasukkan pasien ke dalam ruangan, karena ada sejumlah ruangan yang mengalami kerusakan,” imbuhnya.

Kerusakan yang terjadi tambah dia tidak terlalu parah, hanya pada beberapa bagian struktur bangunan di lantai dua dan tiga seperti falpon patah dan dinding yang retak. Pasien juga khawatir, sehingga untuk sementara waktu sambil menunggu evaluasi dinas PUPR digunakan tenda-tenda darurat.

” Meski begitu, pelayanan tetap kita upayakan selalu optimal. Kita masih bisa melakukan pelayanan operasi karena alat-alat kesehatan tidak ada yang mengalami kerusakan,” cetusnya.

Sejak kejadian gempa, Carlof mengaku menerima rujukan penanganan dari puskesmas. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 350 orang pasien yang masih dirawat di dalam tenda.

” Jenis sakit yang diderita pasien beragam, tetapi kita masih bisa menanganinya meski harus didalam tenda,” tambahnya.

Menurutnya, jika tim PURPP dari hasil pemeriksaan kondisi fisik gedung menilai belum layak, maka pelayanan masih harus dilakukan di tenda atau di beberapa ruangan yang tidak mengalami kerusakan.

” Jadi, kita baru bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik dengan mengembalikan pasien ke kedalam RSUD ketika hasil pemeriksaan tim ahli dan tekhnis, menyatakan bangunan RSUD layak digunakan. Artinya, infrastruktur bangunan rumah sakit pasca gempa dinyatakan aman,” demikian Carlof. (K.SZI/K D)