fbpx

Puluhan Warga Demo Kades Banjar

KMCNews, Sumbawa Barat – Puluhan warga Dusun PelamLagi dan Dusun Rorapedi yang tergabung dalam Aliansi Kesatuan Masyarakat Peduli Kebenaran (AKMPK) melakukan aksi demontrasi di depan Kantor Desa Banjar, Kecamatan Taliwang, Kamis (25/10) pagi.

Bahtiar, Perwakilan AKMPK Desa Banjar dalam orasinya, menuntut kejelasan terhadap penggunaan dana CSR tahun 2012 yang diberikan oleh PT Newmon Nusa Tenggara(PT NNT). Tuntutan tak hanya terhadaap dana CSR, bahtiar juga meminta pertanggungjawaban penggunaan Dana Desa (DD)di tahun 2017 yang dinilai Fiktif.

“Kami datang kesini untuk mempertanyakan terkait dana CSR yang telah diterima oleh PemDesa Banjar pada tahun 2012 senilai 250 Juta. Dana itu kan tidak ada kejelasannya, dan digunakan untuk apa. Temuan dari inspektorat di tahun 2017 juga kami soroti. Anehnya lagi, kok bisa BPD melakukan pembiaran seperti ini”, Ujar Bahtiar kepada wartawan.

lanjut Bahtiar, pembangunan pengaman tebing yang menggunakan Dana Desa di tahun anggaran 2017 justru tidak dibangun.

“Perihal pengaman tebing, jika pihak Desa menyangkal, kami lanjutkan prosesnya ke tingkatan yang lebih serius”, kata Bahtiar.

Sementara itu, Kepala Desa Banjar, Syaiful, S.Sos yang ditemui KMCNews mengatakan, tuduhan warga dusun pelamlagi dan dusun rorapedi tidak mendasar. Syaiful menegaskan bahwa penggunaan dana CSR dari PT. NNT senilai 250 Juta sudah digunakan sesuai kebutuhan masyarakat umum.

“Dana CSR sudah kita gunakan untuk membeli tanah lapangan dan bangunan jalan usaha tani di dua titik. Satu jalan usaha tani di Dusun Banjar, dan satunya di Dusun Pelamlagi”, Ucap Kades Banjar

Sementara untuk pembelian lahan, Pihak Desa Banjar telah menunjuk pihak ketiga yaitu CV Pariri untuk mengurus segala kebutuhan teknisnya.

“Jadi kalau mereka minta pertanggungjawabannya secara administratif, itu tidak ada di Desa Banjar karena pihak CV Pariri yang langsung bertanggung jawab ke PT.NNT selaku pemberi dana CSR. Kalau mereka minta LPJnya, bisa langusng meminta ke PT.NNT atau ke CV Bariri selaku pelaksananya. Itupun penunjukan CV juga tidak sembarangan karena sudah ada kualifiikasi khusus yang telah dipercayakan oleh PT.AMNT itu sendiri”, Jelasnya.

Sedangkan untuk tuduhan warga terhadap penggunaan Dana Desa yang oleh kelompok warga nilai fiktif juga tidak beralasan.

“Kami sudah kelolah Dananya dengan baik. Termasuk yang mereka tuduhkan fiktif itu soal pembangunan penahan tebing di 4 titik dengan nilai 28 juta. 2 titik di Dusun Banjar dan 2 Titik di Lang Gadung. Mereka bilang tidak dikerjakan, tapi itu kan sudah kita kerjakan dan fisiknya sudah ada. Dari Ispektorat juga sudah terjun langsung melihat bahwa bangunan fisiknya penahan tebing tersebut sudah ada”, jelas kades banjar. (K D)

%d bloggers like this: