PT AMNT Kerjasama Dengan Otutec Finlandia Untuk FEED Smelter

KMCNews – PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) melaporkan jika pembangunan Smelter telah mencapai 13.6 % dengan target desain awal (Front End Engineering Design/FEED) selesai pada Oktober tahun ini.

Untuk pengerjaan FEED, Amman bekerja sama dengan Otutotec yang merupakan perusahaan teknologi di sektor pertambangan asal Finlandia.

“Kami yakin berjalan bisa berjalan dengan baik. Saat ini masih fokus di FEED,” ujar Direktur Utama PT AMNT Rachmat Makassau, kepada Media di Jakarta belum lama ini.

PT AMNT menargetkan konstruksi pembangunan Smelter dimulai pada 2020 mendatang dengan kapasitas 1,3 juta ton konsentrat tembaga per tahun.

“Secara umum konstruksi bisa dimulai pada pertengahan tahun depan dengan proses pengerjaan selama 2,5 tahun. Untuk FEED diperkirakan selesai pada Oktober tahun ini,” tambah Rachmat Makassau

Menurut dia apabila FEED telah selesai, maka yang dilakukan selanjutnya ialah memulai proses Engineering, Procurement and Construction (EPC). Untuk saat ini, imbuhnya progres pembangunan smelter Amman Mineral telah mencapai 13,6%. Rencananya progres selanjutnya baru akan dievaluasi pada akhir Juli 2019.

“Progres sampai Juni itu 13,6%. Evaluasi berikutnya di akhir Juli 2019. Tiap enam bulan ada evaluasi independent surveyor,” terang Rahmat.

Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan kerja sama dengan pihak lain untuk membangun smelter. Meski begitu, kata dia, untuk saat ini opsi investasi pembangunan smelter masih dilakukan sendiri belum ada partner.

“Rencana pembangunan smelter hanya kami. Tidak menutup kemungkinan, ada saatnya nanti kalau ada partner kita evaluasi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk membangun smelter tersebut Amman Mineral telah menyiapkan lahan seluas 100 hektare (ha) di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Meski begitu pihaknya belum menyebutkan secara detail investasi yang sudah dikeluarkan untuk membangun smelter tersebut.

Ia juga mengaku telah menyiapkan investasi yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan smelter tersebut. Selain fokus komitmen membangun smelter, pihaknya juga saat ini tengah fokus pada pengembangan tambang Fase 7.

 “Kita fokus di Fase 7 dan efisiensi operasional. Biaya yang lebih rendah itu sangat penting untuk keberlangsungan operasi kami ke depan,” tandasnya.

Rachmat juga menekankan perlunya terobosan dari pemerintah mendukung pembangunan smelter. Pembangunan smelter, kata dia, wajib didukung untuk membantu investasi di downstream.

 “Kalau kita nggak siap di downstream industrinya maka ujungnya juga ekspor lagi. Padahal ini sebetulnya yang perlu di capture,” demikian pungkasnya.

Ditengah masyarakat Sumbawa Barat, desakan untuk pembangunan Smelter datang dari berbagai kalangan, sejumlah kalangan meminta PT AMNT transparan dalam rencana pembangunan Smelter, apalagi pembangunan  Smelter menurut mereka merupakan kewajiban perusahaan yang diatur UU.

Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Independen Persatuan Pemuda (LSM LIPPAN) paling getol mempertanyakan masalah ini, Ketua LSM LIPPAN, Mus Mulyadi kepada media mengatakan, informasi yang dihembuskan ditengah masyarakat bahwa smelter akan beroperasi tahun 2021 mendatang. Disisi lain, hingga sejauh ini belum ada tanda-tanda pembangunan fisik pabrik dimaksud.

“Warga butuh informasi soal kejelasannya agar dapat mempersiapkan diri memiliki bekal dengan harapan dapat diterima menjadi bagian dari perusahaan nantinya,” kata Mus Bree .(K-1)