PLN ULP Taliwang Warning Pegawai Rangkap Sebagai Instalatir

KMCNews – PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Taliwang kedepan tidak akan mentolerir pegawai PLN dan pegawai sub kontraktornya mengambil peran sebagai tenaga Instalatir.

Selama ini terjadi tumpang tindih pekerjaan disebabkan masyarakat tidak memahami batasan kerja antara pihak PLN dengan tenaga Instalatir.

“ Karena itu penting bagi masyarakat untuk mengetahui pembagian tugas, masalah Instalasi listrik bukan pekerjaan PLN melainkan tenaga Instalatir, pihak PLN apabila ada pemasangan baru hanya bertugas memasang meter, selebihnya bukan urusan PLN, begitu juga kalau ada konsleting,”tegas Ipo Indrianto, Manager PLN ULP Taliwang, kepada wartawan diruang kerjanya belum lama ini.

Pihaknya menurut IPO kedepan akan terus berusaha menjaga harmonisasi antara pegawai PLN baik tenaga sub kontraktornya dengan Instalatir yang ada, selama ini Ipo tidak menampik anggapan sebagaian masyarakat dilapangan bahwa tenaga instalatir itu dikira sebagai pegawai PLN, inilah menjadi sebab adanya tumpang tindih pekerjaan.

“ Kita sudah sarankan agar tenaga Instalatir juga stand by misalnya di Jereweh dan Seteluk setelah PLN melakukan pemasangan agar pegawai PLN yang ada tidak mengambil pekerjaan Instalatir, dan kedepan harus ada koordinasi dan kita terus berusaha singkronkan pekerjaan,”tambah Ipo Indrianto.  

Penjelasan Ipo, menyusul adanya sejumlah tenaga Instalatir yang merasa tidak diperlakukan secara adil sebagai mitra PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Taliwang dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini menyeruak saat pertemuan antara pihak PLN, pengusaha dan tenaga instalatir, Senin (26/8/19) di Kedai Sawai Taliwang.

Salah seorang Pengusaha Instalatir Lokal, Sahril kepada wartawan mengatakan, pihaknya meminta transparansi dari PLN masalah pelayanan yang bisa dipertanggung jawabkan dan daftar nama Instalatir yang ada saat ini.

“ Selama ini PLN terkesan tebang pilih dan seakan menutupi dalam hal pemasangan baru dan tambah daya terutama yang diluar Taliwang seperti Jereweh, dan Seteluk, PLN seolah-olah memakai tenaga Yantek (Subkon PLN) padahal pekerjaan pemasangan baru dan tambah daya adalah pekerjaan Instalatir, dan dari pihak PLN maupun Yantek secara aturan tidak boleh,”katanya, kepada wartawan seusai pertemuan tersebut.(K-1)