Pjs Bupati KSB “Gerah” Akan Panggil PT AMNT Terkait Naker Luar KSB

KMCNews – Terkait dugaan maraknya tenaga kerja luar Sumbawa Barat di perusahaan tambang Batu Hijau yang kini dikelolah PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) membuat ” gerah” Penjabat Sementara Bupati Sumbawa Barat, Dr. H. Agus Patri.

Pjs Bupati KSB yang baru bertugas senin kemarin ini akan panggil dan meminta klarifikasi Perusahaan PT AMNT.

Wacana Naker luar mendominasi tambang Batu Hijau ini kembali beredar di medsos baru-baru ini, seperti yang tuliskan akun Jo Sumbawa yang menyoroti maraknya impor tenaga kerja dari luar daerah ke PT Macmahon yang tercatat sebagai mitra bisnis PT AMNT.

“Terkait isu ini, saya akan segera meminta klarifikasi dan memanggil management PT AMNT,” kata Agus Patria, saat di konfirmasi awak media, via aplikasi Whatsapp, Jum’at (2/10/2020).

Selain akan memanggil management PT AMNT, Agus Patria mantan Kadis Naker Provinsi NTB ini juga akan meminta penjelasan terkait komposisi tenaga kerja dari luar daerah.

“Saya akan minta kepada mereka (perusahaan,red), untuk lebih memprioritaskan tenaga kerja yang berasal dari Sumbawa Barat,” pungkasnya.

Respon ini, diungkapkan Agus Patria untuk mengetahui dan memastikan komposisi tenaga kerja lokal mendapat proporsi yang benar.

Sementara, salah seorang warga dan mantan Eks PT NNT, Joni Saputra, SH, pemilik akun Jo Sumbawa sangat menyayangkan hal itu terjadi. Bukan itu saja, bahkan dirinya meminta Pemkab Sumbawa Barat, mengambil langkah tegas memanggil pihak management perusahaan terkait maraknya perekrutan tenaga kerja import yang di lakukan perusahaan.

“Kita desak Pemkab KSB, melalui dinas terkait memanggil management PT. AMNT dan mitra bisnisnya untuk mengklarifikasi terkait maraknya tenaga kerja import yang diduga di rekrut perusahaan PT Macmahon mitra bisnis PT AMNT,” ungkap Joni Saputra, SH, dihubungi wartawan belum lama ini.

Perusahaan, kata Joni, seharusnya di tengah kondisi pandemi Covid-19 membuka peluang sebesar-besarnya bagi pekerja lokal, bukan malah merekrut tenaga kerja dari luar daerah yang terus menerus membanjiri perusahaan tambang emas diwilayah Batu Hijau, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

Menurutnya, ditengah kondisi Covid-19 seharusnya pengawasan terhadap tenaga import, harus lebih maksimal dilakukan oleh Pemerintah. Bahkan ia menuding pemerintah terkesan tutup mata terhadap masalah tenaga import.

“Kita berada pada situasi sulit saat ini, di tengah pandemi Covid-19, kok malah setiap hari pekerja import mendapat kesempatan bekerja. Jika benar-benar perusahaan memberikan ruang kepada tenaga kerja lokal gak perlu jauh-jauh merekrut tenaga kerja import, cukup rekrut tenaga kerja eks PT NNT. Pemda kita minta buka data dan jumlah pekerja yang baru di hair atau yang sudah di hair oleh perusahaan, jangan terkesan data itu, di tutup-tutupi,” jelasnya.

Lanjut Joni, pada situasi pendemi Covid-19 seharusnya pemerintah jangan lengah apalagi, perusahaan menerapkan sistem kerja 8-22, secara otomatis pengawasan terhadap keluar masuknya tenaga kerja luar tentu tidak terpantau dengan maksimal.

“Kita minta pengawasan ekstra dari pemerintah. Sangat miris sekali, jika pekerja import terus berdatangan dan terkesan diberikan ruang untuk bekerja. Kurang apa pekerja lokal eks PT NNT, mereka juga berskill kok. Kami minta Pjs Bupati segera panggil mangement PT AMNT,” tegasnya.(K1/JNN)