Pilkada 2020 ASN Tidak Netral Hati-Hati, Masyarakat Bisa Lapor

KMCNews – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa Barat mengundang partisipasi masyarakat dalam memantau kecurangan dan pelanggaran selama tahapan Pilkada 2020.

Seperti dalam poster dan stiker yang disebarkan Bawaslu KSB, disebutkan ada nomor telepon khusus bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan yakni di nomor 0823 – 4085 – 3001.

Salah satu focus perhatian masyarakat dan bisa dilapor sebagai pelanggaran dalam pilkada yakni netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS).

ASN dalam Pilkada mendatang menjadi sorotan dan diawasi ketat. Ada sanksi berat jika itu dilanggar.

Seperti dikutip KMCNews dari detik.com, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Abhan menambahkan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS atas pelanggaran netralitas ASN bisa dijatuhkan sanksi administratif atau sanksi pidana.

“Di dalam konteks ini kewenangan Bawaslu untuk menindaklanjuti atas laporan atau temuan terhadap dugaan pelanggaran netralitas ASN ini. Ketika dalam konteks administratif maka peran ASN sangat besar sekali karena rekomendasi penjatuhan sanksi administratif ini harus melalui proses di KSN, baru KSN yang memberikan rekomendasi kepada PPK-nya dan dia yang memberikan sanksi administratif,” kata Abhan dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, masih seperti dilansir media nasional tadi, Direktur Pengawasan dan Pengendalian Badan Kepegawaian Negara (BKN), Achmad Slamet Hidayat mengatakan, ada dua sanksi yang akan dijatuhkan yakni hukuman disiplin tingkat sedang dan hukuman disiplin tingkat berat.

Hukuman disiplin tingkat sedang yakni berupa penundaan gaji secara berkala selama satu tahun, penundaan pangkat selama satu tahun dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun.

Hukuman akan diberikan jika PNS memberikan dukungan dengan cara terlibat dalam kegiatan kampanye atau memberikan barang dalam lingkungan unit kerja, anggota keluarga dan masyarakat.

Sedangkan hukuman disiplin tingkat berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan dan pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.

Hukuman disiplin berat akan diberikan jika PNS memberikan dukungan dengan cara menggunakan fasilitas negara, memberikan dukungan dengan cara membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye.

Sementara itu, khusus netralitas ASN di Sumbawa Barat, Bupati Sumbawa Barat Dr.H.W Musyafirin,MM, sebelumnya mewanti-wanti ASN terlibat politik praktis, tidak hanya ASN Bupati juga ingatkan tenaga honorer dan agen PDPGR yang dibiayai APBD diharapkan netral.(K1)