Peserta Seminar FKUB, Deklarasikan Kebhinekaan Merawat NKRI

KMCNews – Puluhan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda yang ada di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat, mendeklarasikan sikap menolak segala bentuk penyebaran informasi hoax, konflik dengan latar belakang suku, ras dan agama serta  berkomitmen menjaga kebhinekaan dan merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Deklarasi tersebut dipimpin tokoh Agama, Ustat Drs. Zulkifli Daud dan diikuti puluhan peserta lainnya dalam seminar yang digelar Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumbawa Barat, di Hotel IFA Taliwang, 19 April 2018.

Inisiasi Deklarasi  ini dilaksanakan guna berkontribusi langsung dalam menciptakan kedamaian dan solidaritas antara warga negara yang bebas konflik Suku Ras dan Agama (SARA), berita bohong Hoax, provokasi yang menyebabkan konflik politik serta anti ke bhinekaan.

“Kita harap ulama dan akademisi bisa menyatukan sikap dan pendapat dalam mendukung keamanan dan penguatan NKRI ditengah masalah kebangsaan dewasa ini. Peserta kita datangkan dari berbagai latar belakang, baik LSM, Jurnalis, tokoh muda, aktifis perempuan dan lain lain,” kata, ketua FKUB, Tuan Guru, Dr. Burhanuddin,QH,MM  dalam siaran persnya, di Taliwang.

Seminar bertemakan Merajut Kebhinekaan dan Merawan NKRI itu sendiri, kata Burhanuddin seperti simulasi sederhana bagaimana gagasan dan ide ide dalam merawat negara dalam bingkai kebersamaan. Peserta di harapkan memiliki gambaran dan berdiskusi masalah utama yang mendasari konflik sara, politik dan masalah sosial di sekeliling kita. Setelah itu, peserta juga diharapkan memberikan solusi dari persoaln serta pokok pokok yang telah didiskusikan dalam seminar tadi.

“Intinya kita ingin membangun kepekaan serta empati terjadap persoalan yang dihadapi bangsa secara bersama sama,” akunya.

Sementara itu, sejumlah nara sumber hadir dalam seminar tadi.  Antara lain, Pakar hukum serta pengamat konflik sosial NTB yang juga Wakil Rektor Universitas Mataram, Prof. DR. Muhammad Nasir, ulama Sumbawa Barat, Ustat Zulkifli Daud, Wakil Dekan Universitas Cordova, M.Imran, SH.MH serta Dosen ilmu sosial politik Universitas Sumbawa (Unsa), Iwan Harianto, SH.

Sejumlah nara sumber tadi menngangkat isu strategis masalah politik, sosial dan keamanan didalam negeri. Fenomena menyimpang serta dampak dari konflik yang terjadi. Prof Muhammad Nasir misalnya, menilai terjadi fenomena ketidak peduliaan warga negara terhadap masalah besar yang dihadapi bangsa saat ini. Cenderung hedonis dan kurang memiliki kepekaan serta solidaritas yang tinggi. Ini disebabkan, menurutnya karena ketidak adilan, ketidak pastian hukum dan konflik elit.

“Masalah ini sulit diselesaikan sebab negara belum memiliki skema penanggulangan, pencegahan yang terencana dan terpadu,” ujarnya.

Sementara itu, para  peserta yang menghadiri seminar yang diselenggarakan FKUB tersebut. nampak antusias dan berdiskusi menyerap pemaparan para nara sumber tadi. Dan di akhir seminar itulah, para peserta dan narasumber membacakan deklarasi indonesia damai, bebas hoax, konflik SARA, provokasi politik dan bebas anti kebhinekaan. (K1)

Tonton Videonya Disini :