Perusahaan Pembangunan Bendungan Tiu Suntuk Abaikan Tenaga Skill Lokal

KMCNews – Proyek pembangunan berskala besar sepatutnya mengutamakan tenaga kerja lokal, ini penting guna menumbuhkan dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Dua perusahaan yang saat ini tengah menggarap Bendungan Tiu Suntuk di Dusun Hijrah Desa Mujahidin Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat, dituding mengabaikan sumber daya setempat.

Padahal Bupati Sumbawa Barat, Dr.H.W Musyafirin, MM sudah mewanti-wanti pihak perusahaan sejak awal agar mengutamakan Sumber Daya Lokal yang ada.

Saat itu Bupati dengan tegas meminta dua perusahaan yakni, PT Bahagia Bangun Nusa (BBN) dan PT Nindya Karya membangun sinergitas dengan perusahaan lokal dan tenaga kerja lokal. Hal tersebut sebagai bentuk kemitraan dan pemberdayaan.

“Kami berharap, perusahaan lokal dan tenaga kerja lokal libatkan sebagai bentuk mereka (masyarakat,red) bekerja membangun daerahnya sendiri,” ungkap Bupati saat itu.

Masyarakat setempat pun mulai angkat suara, sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Pencari Kerja (MPK) Dusun Hijrah, menilai perusahaan tidak peduli terhadap tenaga kerja Skill lokal, padahal proyek pembangunan bendungan Tiu Suntuk tersebut terus berjalan.

“Ini tidak ada rasa menghargai, pekerjaan seperti operator alat berat dan tenaga helper, mereka sudah mulai bekerja dengan jumlah belasan alat berat, namun hingga saat ini tidak satupun warga lokal bekerja,” kata Hartoni (32), pentolan MPK yang mengaku salah satu tenaga kerja skill lokal, kepada media, Kamis (23/4/2020).

Saat ini menurut Hartoni, proses pekerjaan Bendungan Tiu Suntuk tetap berlanjut dengan tenaga kerja dari luar, sementara disisi lain belum ada sinyal kapan tenaga lokal direkrut bekerja, akibatnya masyarakat sepakat agar pekerjaan diberhentikan sebelum ada komitmen kuat dari perusahaan mempekerjakan tenaga skill lokal.

” Selama masyarakat lokal memiliki skil dan kemampuan bekerja, kenapa harus menggunakan tenaga kerja dari luar, usir saja pekerja luar sebelum tenaga kerla lokal dipekerjakan semua, “tandasnya kesal.

Terkait masalah ini, Hartoni juga meminta Pemerintah Daerah hadir memberi solusi dan jangan diam saja. Peran serta Pemerintah ini penting menurutnya agar dapat mengatur masyarakat dalam proses perekrutan tenaga kerja.

“Inikan seharusnya menjadi solusi bagi Pemerintah dalam mengurangi pengangguran tentu dengan memberdayakan masyarakat sekitar terutama di kawasan terdampak,”tegasnya.

Ditempat yang sama Haris masyarakat setempat menambahkan, sudah beberapa kali tenaga luar  diberikan kesempatan kerja dengan alat yang semula ada, namun satu demi satu alat berat berdatangan, mirisnya lansung diikuti oleh operator dari luar,sementara masih saja tenaga kerja lokal dikesampingkan.

“Bangkit melawan atau diam tertindas masih saja kita gunakan meski sudah puluhan tahun kita merdeka,lebih baik mati terbakar bersama lumbung padi, daripada tikus mati di lumbung padi,” pungkas Haris. (K1)