Perjuangan CPNS Asal Kelurahan Sampir Berakhir Manis

KMCNews, Sumbawa Barat – Lika-liku tahapan untuk menjadi Calon Pegawai Nesgeri Sipil (CPNS) telah dilalui oleh ribuan peserta di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tahap demi tahap telah dijalani, dari mulai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) hingga Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Pada penentu kelulusan CPNS 2018 SKB memiliki bobot 60 persen, sedangkan 40 persen lainnya didapat dari SKD. Jika gagal dalam tahapan SKB maka perjuangan hingga SKD juga dinyatakan gagal, yang berarti harus mencoba dari awal pendaftaran CPNS selanjutya.

Ditemui media ini, Sabtu, (15/12), Muhammad Luthfie, pesertas Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Jabatan Teknis Perencanaan Wilayah dan Kota, yang berasal dari Keluarhan Sampir, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, sempat pesimis dengan lawannya yang berasal dari Bima, sebab pada hasil seleksi SKD kemarin poinnya agak tertinggal, dia memperoleh poin 139,2 sedangkan lawannya memproleh poin 145,2 poin.

Formasi Jabatan Teknis Perencanaan Wilayah dan Kota hanya membutuhkan 1 orang saja unt mengisi jabatan CPNS di KSB, namun pada seleksi SKD kemarin terdata 2 peserta yang lulus tes Passing grade, sehingga tes SKB menjadi penentu kelulusan mereka.

”Saya sempat tidak percaya diri sebelum mengikuti test SKB tadi, sebab pada tes SKD kemarin poin saya kalah, dan alhamdulillah saya bisa membalikkan keadaan, semuanya karena pertolongan Allah SWT” ujar Luthfie Kepada KMCNews.

Tes Seleksi Kompetensi Bidang untuk Calon Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Sumbawa Barat, telah berlangsung selama 2 hari, yakni hari Jum’at dan Sabtu. Lulusnya tes SKB dengan perolehan poin tertinggi di masing-masing formasi merupakan kebahagiaan bagi peserta tes.

“Diceritakan kakak saya yang sempat memantau monitor perolehan poin, poin kami berdua sempat sama pada angka 230 poin, namun tiba-tiba poin lawan saya turun ke angka 225 kata kakak saya,” tutur Luthfie.

Meski demikian tambah Luthfie, semoga proses untuk menjadi PNS bisa berjalan dengan lancar hingga pada tahap penempatan, menjadi pekerjaan baru yakni mengabdi untuk bangsa dan negara.(K D)