oleh

Pentingnya Penanaman Akhlakul Karimah Pada Anak Sejak Usia Dini

Oleh : Sri Malakaini

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengertian tentang Aqidah Akhlak mapun pengertian tentang Akhlakul karimah, dan memberikan gambaran pentingnya penanaman akhlakul karimah pada anak Sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode  kualitatif. Pendekatan ini memandang kenyataan sebagai suatu yang berdimensi jamak, utuh/merupakan kesatuan. Pengumpulan data menggunakan wawancara, .

Data penelitian yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Metode deskriptif dimaksudkan bahwa peneliti menjelaskan Urgensi/pentingnya menanamkan  akhlakul karimah pada anak usia dini. Sedangkan analisis kualitatif digunakan pada saat meneliti pelaksanaan menanamkan akhlakul karimah pada anak sejakusia dini.

Tujuan dari penelitian Urgensi/pentingnya penanaman akhlakul karimah pada anak sejak usia dini adalah untuk mengetahui apa pengertian Akidah Akhlak, untuk mengetahui pengertian Akhlakul karimah, Untuk mengetahui pentingnya menanamkan akhlakqul karimah sejak Usia dini disertakan dengan hadist serata Ayat Al-Quran, dan Untuk mengetahui bagaimana cara menanamkan Akhlaqul karimah anak sejak Usia dini.

Pendahuluan

Anak usia belia atau usia dini merupakan saat terpenting untuk penanaman pondasi akidah karena saat itu fitrah anak masih bersih. Inilah tanggung jawab ayah ibunya dan para guru agar anak tumbuh di atas fitrahnya yang lurus.

Di zaman modern ini, Indonesia tengah dihadapkan pada kemerosotan moral, khususnya pada anak-anak. Berbagai kasus negatif seperti pem-bully-an kerap kali terjadi di sekolah. Kasus tawuran, pemukulan, penganiayaan, dan lain sebagainya menjadi salah satu contoh yang mencerminkan moral yang semakin buruk. Yang mana bisa dibilang jika saat ini pendidikan akhlak di sekolah-sekolah seperti sudah kurang dihiraukan lagi oleh para pelajar. Sungguh memprihatinkan jika kita lihat banyak anak-anak kecil hingga remaja yang berani melawan orang tuanya, berperilaku kurang sopan terhadap orang yang lebih tua, dan berpakaian yang membuka aurat, serta tindakan-tindakan buruk yang kurang berakhlak lainnya.

Perilaku-perilaku tersebutlah yang dapat merusak mental manusia, jika tidak segera diatasi. Oleh sebab itu, bagi umat muslim yang bertaqwa terhadap Allah hendaknya turut menamankan akhlakul karimah pada anak-anak bangsa, terutama pada anak-anak kita. Pendidikan tidak hanya sebatas memberikan teori yang dapat menambah pengetahuannya, namun hendaknya mampu membentuk karakter positif pada anak.

Sekolah bukan hanya satu-satunya tempat untuk mendapatkan pendidikan karena orang tua/keluargalah yang memiliki tanggungjawab utama untuk memberikan pendidikan, khususnya pendidikan akhlak kepada anaknya. Maka Pentingnya menanamkan Akhlakul karimah Kepada Anak Sejak Usia dini, untuk memperbaiki moral anak menjadi lebih baik, karena Akhlakul karimah ini merupakan suatu kebiasaan/tindakan terpuji yang bermanfaat buat orang dan juga diri sendiri.

Pembahasan

  1. Pengertian Aqidah Akhlak dan Akhlaqul karimah
  2. Pengertian Aqidah Akhlak

Aqidah secara etimologi berasal dari bahasa Arab, bentuk jamak kata khuluq atau al-khulq yang secara bahasa antara lain berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat. Kata Akhlak Secara etimologi (bahasa) akidah berasal dari kata “aqadaya’qidu-aqdan”, berarti ikatan perjanjian, sangkutan dan kokoh.

Disebut demikian, karena ia mengikat dan menjadi sangkutan atau gantungan segala sesuatu. Dalam pengertian teknis artinya adalah iman atau keyakinan. Menurut istilah (terminologi) akidah ialah dasar-dasar pokok kepercayaan atau keyakinan hati seorang muslim yang bersumber ajaran Islam yang wajib dipegang oleh setiap muslim sebagai sumber keyakinan yang mengikat.

Sebelumnya aqidh dan akhlak dia ini berpisah aqidah artinya secara bahasa yaitu ikatan maka seolah olah orang yg memiliki aqidah adalah orang yang mengikatkan hatinya dengan sesuatu, atau kata lain kepercayaan.

Dan aqidah ini ada yang benar dan ada yang salah dalam artian seseorang mempercayai sesuatu harus memiliki alasan yang benar, bukan ngarang ngarang misal ada orang mempercayayi benda benda seprti gunung, batu, pohon, dan sebagainya memiliki keramat yang mana siapa yg masuk gunung tersebut tampa izin maka akan digangu, ini kita katakn keyakinan yang salah kenapa karena atas dasar apa orang tersebut bisa mengatakn gunung tersebut punya keramat, apakah dia sudah ngomong (berbicara) dengan gunung tersebut???jawabanya tidak pernah. Terus dari mana dia mendapatkan info bahwa gunung tersebut mempunyai keramat?  Mungkin jawabannya dari cerita dulu, nah hal semacam inilah yg tidak benar dalam aqidah karena dia meyakini sesuatu tidak berdasarkan info yg benar.

Sehingga menurut istilah aqidah yg benar adalah iman kepada Alloh malaikat kitab nabi harikiamat dan taqdir inilah keyakinan yg harus diyakini oleh semua kita karena ini bersumber dar Alloh dan Rosulnya yang benar yang tidak ada kerguan didalanya.

Pendapat lain mengatakan bahwa Akidah Akhlak adalah Dasar-dasar pokok kepercayaan atau keyakinan hati seorang muslim yang bersumber ajaran Islam yang wajib dipegang oleh setiap muslim sebagai sumber keyakinan yang mengikat.

Dalil dari hadits

“Siapa yang hidup dari kalian setelahku, maka akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian untuk mengikuti sunnahku dan sunnah para khulafa’ rasyidin yang mendapatkan petunjuk setelahku, berpegang teguhlah dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Hati-hatilah dari perkara baru dalam agama; karena semua perkara baru adalah bid’ah dan semua kebidahan    adalah kesesatan”. [HR. Abu Dâwûd]

Ustadz Habib Alwi Lc mengatakan bahwa: aqidah secara garis besar adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakini nya

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. [Az-Zumar/39]

Berpeganglah kepada Sunnah Ku dan Sunnah para khalîfah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan Giggitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama), karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah merupakan kesesatan. [HR. Ahmad, 4/126, 127; Abu Dâwud no: 4607; Tirmidzi, no. 2676; Ibnu Mâjah, no. 4244; dan lainnya dari al-‘Irbâdh bin Sâriyah]

  1. Pengertian Akhlaqul Karimah

akhlaqul karimah adalah segala perbuatan atau prilaku yang baik dan terpuji. Istilah ini berasal dari bahasa arab. Dalam bahasa Indonesia, istilah tersebut memiliki makna yang sepadan sengan akhlak mulia atau budi pekerti yang baik.

Jadi akhlakul karimah akhlak yang mulia atau terpuji atau bahasa sasak tata krama, tingkah laku yang baik. Syari’at islam memerintahkan pemeluknya untuk berakhlakul karimah, baik dalam ucapan atau perbuatan atau tingkah laku. Sebaik apapun orang ditentukan dengan akhlaknya. Sebagai firman allah swt dalam al-qur’an surah al-Hujurat ayat 13 Yaitu:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Dan hadist Rasulullah saw. ”  (Akmalal mukminin iimaanan ahsanuhum khuluqo” Artinya “orang mukmin yang sempurna adalah orang mukmin yang baik akhlaknya. ( HR. At-tirmizi)”

Juga Rosulullah saw. Bersabda ” buist tu li utammima makaarimal akhlaq” artinya aku diutus  untuk menyempurnakan akhlaq( HR. Ahmad bukhari)

Dalam ajaran islam akhlakul karimah merupakan salah satu indikator dalam tingkatan keimanan  seorang ummat sebagaimana sabda rasulullah  saw. TAQWALLAH FII HUSNIL KHULUQ. Artinya taqwanya seseorang tergantung pada akhlaknya. (HR. Tirmizi dan ibnu majah) eallahu ‘alam.

  1. Pentingnya menanamkan akhlakqul karimah kepada anak sejak Usia dini disertakan dengan hadist serata Ayat Al-Quran.

Anak adalah ibarat kertas putih yang bersih yang baik buruk tulisan tergantung dari orang tua.Pada anak tergantung cita dan cinta orang tua. Dengan anaklah orang tua akan terasa sempurna dalam mengarungi bahtera kehidupan. Dan dari doa anak yang soleh sholehah lah yang akan memberi kesejukan dan kebahagiaan di alam akherat. Semua itu akan menjadi sebuah nyata apabila seorang anak mendapat pendidikan yang tepat, sehingga berguna bagi orang tua, lingkungan, masyarakat dan negara.

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

“innama bu’itstu liutammimia mkaarimal akhlaq” Artinya”Artinya aku di utus ke alam dunia ini untuk menyempurnakan akhlaq.

Pendidikan bagi anak usia dini sangat penting, karena saat itu dimulainya pembentukan mental dan karakter semasa kecil. Anak usia belia atau usia dini merupakan saat terpenting untuk penanaman pondasi akidah karena saat itu fitrah anak masih bersih. Inilah tanggung jawab ayah ibunya dan para guru agar anak tumbuh di atas fitrahnya yang lurus.

Untuk itu Begitu pun dengan menanamkan Akhlaqul karimah kepada Anak sejak Usia dini, sangat penting untuk menentukan cara anak berperilaku dan bersikap yang baik dalam relasi kehidupan sosialnya. Melalui penanaman akhlaqul karimah pula, akan terbentuk kesantunan dan ke sholihan individu. Menanamkan Akhlaqul karimah kepada anak sejak dini merupakan kunci kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat . Para nabi dan rasul pun telah menyeru kepada anak pada akidah yang lurus dengan menanamkan pemahaman akidah sejak dini. Seperti diungkap dalam firman Allah swt Yaitu:

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.” (QS. Al-Baqarah : 132)

Imam Al-Ghazali telah menekankan untuk memberikan perhatian kepada akidah anak dan mendiktekan nya sejak kecil agar ia bisa tumbuh di atas akidah tersebut. Imam Al-Ghazali mengatakan, “Ketahuilah bahwa apa yang telah kami sebutkan dalam menjelaskan akidah seyogyanya diberikan kepada sang anak di awal perkembangannya agar ia bisa menghafalkannya benar-benar, sehingga makna-maknanya kelak di masa dewasa terus terungkap sedikit demi sedikit”.

Langka pertamanya adalah memberikan hapalan, kemudian pemahaman, kemudian kepercayaan (i’tiqad), keyakinan dan pembenaran. Hal ini bisa terjadi pada diri anak tanpa harus diberi bukti (alasan) yang nyata. Ini adalah karunia dari Alloh kepada hati manusia bahwa Dia melapangkan hati manusia untuk menerima iman di awal pertumbuhannya tanpa perlu argumentasi atau bukti yang nyata.

Itu semua karena setiap bayi yang lahir diciptakan Alloh SWT di atas fitrah keimanan. Sebagaimana firman Allah swt Yaitu:

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari Sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (QS Al-A’raf : 172)

Jadi, menanamkan Akhlaqul karimah adalah perkara yang wajib diajarkan terlebih dahulu sejak anak berusia dini, Setelah Akhlak tertanam kuat dalam diri dan hati sang anak, maka akan banyak faedah yang akan dirasakan anak ketika memiliki akidah shalih/ Akhlaqul karimah. Ia akan terbiasa tawadhu dan selalu meminta pertolongan hanya kepada Allah terutama saat mengalami kesulitan.

Ia akan menyandarkan kesuksesan dan kebahagiaan hidup dengan selalu bersyukur kepada Allah . Ia akan mampu menerima segala kejadian yang menimpanya, yang menyenangkan maupun sebaliknya karena semua adalah kehendak-takdir-Nya.

Dengan landasan akidah yang kokoh di atas Al-Qur`an dan al-Hadis, insya allah anak akan terjaga dan senantiasa dalam lindungan Allah. Praktik pengukuhan akidah perlu terus menerus dibiasakan agar anak merasakan manfaatnya dengan menjauhkan kisah-kisah atau cerita yang menodai ke-shahih-an akidah, termasuk film atau game yang menyimpang.

Imam Ibnu al-Qayyim Rahima kumullah berkata, “Siapa saja yang mengabaikan pendidikan anaknya dalam hal-hal yang berguna baginya, lalu dia membiarkan begitu saja, berarti dia telah berbuat kesalahan yang fatal. Mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang tua mengabaikan mereka, serta tidak mengajarkan berbagai kewajiban dan ajaran agama.

Orang tua yang menelantarkan anak-anaknya ketika mereka kecil telah membuat mereka tidak berfaedah bagi diri sendiri dan bagi orang tua ketika mereka telah dewasa. Ada orang tua yang mencela anaknya yang durjana, lalu anaknya berkata, “Ayah, engkau durjanna kepadaku ketika kecil, maka aku pun durjana kepadamu setelah aku besar. Engkau menelantarkan ku ketika kecil, maka aku pun menelantarkan mu ketika engkau tua renta.” (Tuhfah al-Maudud) (Baca juga : Keutamaan dan Dahsyatnya Pahala Berzikir )

Ketika akhlaqul karimah telah tertancap kuat di sanubari anak, ia kan menjadi sosok orang beriman yang berkepribadian kuat, baik sikap dan perbuatannya karena selalu merasa dalam pengawasan Allah, serta meminimalisasi anak melakukan perbuatan buruk, seperti berkata kotor, menipu, dan lainnya. Orang tua akan memperoleh manfaat besar dengan keberadaan anak saleh/saleha ini.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Manusia yang paling dibenci Allah adalah yang keras kepala dan suka membantah.”

  1. Cara Cara menanamkan Akhlaqul karimah kepada anak sejak Usia dini
  2. Menceritakan kisah para Rasull dan para sahabat
  3. Ketika anak sudah masuk Usia 7 tahun perintahkan untuk melaksanakan sholat, sebagaimana Hadis pendidikan anak usia dini terkait shalat diriwayatkan oleh Amar bin Syu’aib: ?”Dari Amar bin Syu’aib, dari ayahnya dari kakeknya radiyallahuanhu ia berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wassalam Bersabda: “Perintahlah anak-anakmu mengerjakan salat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkan salat bila berumur sepuluh tahun, dan pisahlah tempat tidur mereka (laki-laki dan perempuan)”. [HR. Abu Daud (no. 495) dalam kitab sholat, Ahmad (II/180, 187) dengan sanad hasan]
  4. Memberikan contoh yang baik, melalui pembiasaan dan mencontohkan
  5. Membiasakan anak melakukan sesuatu yang baik dan berulang2, dan diperlihatkan suatu kebiasan baik kepada anak. Karena anak merupakan titipan terindah dari allah swt.

Sebagai titipan, orang tua sangat berperan dalam menjaga dan  mendidik anaknya sebagaimana sabda rasulullah saw. Dalam hadis yang diriwayatkan  oleh imam tirmizi dari jabir bin samurah.Yang artinya: Memgajarkan akhlak, atau adab pada anak itu sungguh lebih baik bagi seseorang dari pada memberi sodaqoh satu shok makanan. HR TIRMIZI.

Oleh karena itu untuk membentuk akhlak seorang anak maka orang tua harus menjadi contoh tauladan yang baik bagi anaknya setiap saat. Wallahu ‘alam bishoab

Kesimpulan

Akidah Akhlak adalah Dasar-dasar pokok kepercayaan atau keyakinan hati seorang muslim yang bersumber ajaran Islam yang wajib dipegang oleh setiap muslim sebagai sumber keyakinan yang mengikat.

Akhlakul karimah adalah akhlakul karimah atau akhlak yang baik adalah suatu tindakan atau tingkah laku manusia yang bertujuan atau perbuatan baik.

Artinya:

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya.” (HR At- Tirmidzi)

Jadi mengajarkan Akhlak qul karimah kepada Anak sejak usia dini sangatlah penting, karna Dengan anaklah orang tua akan terasa sempurna dalam mengarungi bahtera kehidupan. Dan dari doa anak yang soleh sholehah lah yang akan memberi kesejukan dan kebahagiaan di alam akherat. Semua itu akan menjadi sebuah nyata apabila seorang anak mendapat pendidikan yang tepat, sehingga berguna bagi orang tua, lingkungan, masyarakat dan negara.

Sebagaimana hadist nya ” innama bu’itstu liutammimia mkaarimal akhlaq” Yang artinya “aku di utus ke alm dunia ini untuk menyempurnakan akhlaq”

Oleh karena itu untuk membentuk akhlak seorang anak maka orang tua harus menjadi contoh tauladan yang baik bagi anaknya setiap saat (sebagaiman kandungan Surah luqman)

Penulis adalah Mahasiswa UIN Mataram

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya